HOME  ⁄  Olahraga

Komisi X DPR Bongkar PR Timnas Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Oleh Khalied Malvino
SHARE   :

Komisi X DPR Bongkar PR Timnas Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
Foto: Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad memberikan sejumlah catatan kepada John Herdman jelang Timnas Indonesia tampil di FIFA ASEAN Cup 2026. (Dok. Istimewa)

Pantau — Tiga laga fase grup menanti Timnas Indonesia dalam delapan hari di FIFA ASEAN Cup 2026, mulai menghadapi Singapura pada Jumat (25/9), Malaysia pada Senin (28/9/2026), hingga Bangladesh pada Kamis (1/10/2026). 

Menjelang rangkaian pertandingan tersebut, Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB Habib Syarief Muhammad meminta John Herdman mematangkan strategi, mengelola stamina, dan membangun harmonisasi permainan.

Indonesia tergabung di Grup A Division 1 bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Skuad Garuda akan memainkan seluruh pertandingan fase grup di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Habib menilai tim pelatih perlu membaca kekuatan lawan secara lebih rinci sebelum pertandingan. Dia melihat pemetaan lawan sebagai bagian penting untuk menentukan komposisi pemain dan strategi permainan.

“Pelatih sekarang tentunya harus betul-betul melalui sebuah perhitungan yang matang. Kelemahan kemarin-kemarin, yang pertama, kurang memahami sekuat atau kekuatan keseimbangan-keseimbangan lain,” kata Habib melalui keterangan tertulisnya, Rabu (23/9/2026).

Menurut Habib, persiapan tidak cukup hanya dengan melihat kualitas individu pemain. Tim pelatih juga perlu memahami pola permainan lawan agar Timnas Indonesia tidak mudah kehilangan kendali ketika pertandingan berjalan.

Setelah membaca lawan, Habib mengingatkan aspek kebugaran pemain. Dia menilai banyaknya pilihan pemain belum otomatis menjamin performa tim apabila pelatih tidak mengatur stamina dengan cermat.

“Kemudian yang kedua, sampai sejauh mana walaupun kita banyak pemain, ya seorang, tetapi tidak memperhitungkan stamina. Ternyata kemarin-kemarin, stamina kita ada kedodoran,” ujarnya.

Catatan tersebut menjadi penting karena Indonesia akan menjalani tiga pertandingan fase grup dengan jeda antarlaga yang relatif singkat. Jadwal resmi menempatkan laga Singapura pada 25 September, Malaysia pada 28 September, dan Bangladesh pada 1 Oktober.

Habib kemudian menyoroti kemampuan tim dalam menyesuaikan karakter setiap pemain. Dia melihat pelatih membutuhkan waktu untuk menemukan kombinasi yang paling cocok di antara pemain dengan latar pengalaman dan karakter berbeda.

“Adaptasi dengan karakter pemain-pemain kita itu masih memerlukan waktu. Jadi, misalnya yang tadinya kita agung-agungkan yang namanya Michael Bakker, ternyata begitu tampil agak mengecewakan,” katanya.

Selain adaptasi, Habib juga melihat kepemimpinan sebagai bagian yang perlu mendapat perhatian. Menurut dia, tim membutuhkan sosok yang mampu menyatukan pemain dengan karakter berbeda di dalam lapangan.

“Kalau saya melihat, sampai hari ini nampaknya kita belum memiliki kapten yang bisa mensinergikan para pemain,” tuturnya.

Habib juga mendorong proses regenerasi di sektor kepemimpinan. Dia meminta tim pelatih menyiapkan pemain berikutnya agar tim tetap memiliki figur yang mampu menjaga keseimbangan di ruang ganti dan lapangan.

Pada saat yang sama, Habib meminta Herdman menggabungkan pemain muda dengan pemain senior. Menurut dia, perpaduan tersebut dapat mempertemukan pengalaman dengan energi permainan.

Masukan lain juga dia arahkan kepada cara Herdman berkomunikasi dengan jajaran asistennya. Habib menilai para asisten memiliki pemahaman yang penting mengenai karakter pemain Indonesia.

Dengarkan Asisten

Habib meminta Herdman membuka ruang lebih besar bagi masukan dari para asistennya. Dia menilai informasi dari staf yang memahami pemain secara langsung dapat membantu pelatih menentukan strategi.

“Ini tantangan untuk John Herdman. Artinya, dia harus mau mendengar dari beberapa asistennya. Nampaknya asisten-asisten dia kurang didengar, yang lebih tahu persis watak, karakter, dan gaya dari para pemain ini,” jelas Habib.

Bagi Habib, pemahaman karakter pemain akan membantu pelatih membangun permainan yang lebih menyatu. Tim tidak cukup mengandalkan kemampuan individu karena lawan dapat membaca pola yang berulang.

Habib juga meminta Timnas Indonesia memperbanyak variasi permainan. Dia mengingatkan bahwa pola yang mudah ditebak dapat membuat lawan lebih cepat membaca arah serangan.

“Untuk bisa mengharmonisasikan, mengorkestrasikan gaya bermain itu enggak mudah. Jangan sampai waktu kemarin-kemarin itu terlalu individual, dan kita terlalu mudah diketahui,” katanya.

Dia kemudian menyoroti pola permainan pada awal pertandingan. Habib meminta tim tidak mengulang pola yang sama karena lawan dapat segera menyesuaikan diri.

“Gaya permainan itu sangat monoton. Lima belas menit pertama, kalau misalnya ini, sudah kita berharap,” ujarnya.

Habib berharap Timnas Indonesia mampu melangkah jauh dalam turnamen perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Dia menyebut semifinal sebagai target yang dia harapkan bagi skuad Garuda.

“Peluangnya kalau bisa masuk semifinal, itu sudah bagus. Saya harapkan, saya berharap masuk semifinal,” kata Habib.

Namun, format resmi Division 1 FIFA ASEAN Cup 2026 tidak menggunakan babak semifinal. Delapan tim terbagi ke dalam dua grup, lalu juara masing-masing grup bertemu di final, sedangkan runner-up masing-masing grup bertanding dalam perebutan tempat ketiga.

Dalam konteks fase grup, Habib menilai Indonesia menghadapi persaingan yang relatif berimbang. Dia menyebut Singapura, Malaysia, dan Bangladesh sebagai lawan yang perlu mendapat perhatian.

“Kalau untuk lolos dulu, lawan-lawan kita relatif seimbang, Singapura, Malaysia, Bangladesh. Terutama Bangladesh, mungkin agak buat kita,” ujarnya.

Indonesia akan membuka perjalanan melawan Singapura pada 25 September. Tiga hari kemudian, Malaysia menjadi lawan berikutnya, sebelum Bangladesh menghadapi skuad Garuda pada 1 Oktober.

Habib kemudian menggambarkan skenario hasil yang menurut dia dapat menjaga peluang Indonesia melaju.

“Kalau kita berhasil mengalahkan Singapura, dan dengan Malaysia bisa draw, itu kita bisa masuk, bisa juara,” katanya.

Pada akhirnya, Habib menilai Timnas Indonesia membutuhkan pembenahan secara menyeluruh menjelang turnamen. 

Strategi membaca lawan, pengelolaan stamina, regenerasi kepemimpinan, adaptasi pemain, dan variasi permainan menjadi sejumlah catatan yang dia tujukan kepada John Herdman.

Dengan seluruh pertandingan fase grup berlangsung di SUGBK, Indonesia memiliki jadwal kandang penuh di fase awal. Tekanan berikutnya berada pada kemampuan tim menerjemahkan persiapan tersebut ke dalam tiga pertandingan Grup A.

Penulis :
Khalied Malvino
FLOII 2026