
Pantau - Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) menyebut senam kreasi "Ikan Nae di Pante" menggambarkan kehidupan dan kebudayaan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sarat nilai gotong royong serta kebersamaan.
Wakil Ketua Umum FOKBI Lily Greta Karmel mengatakan senam yang diciptakan dua tahun lalu tersebut menggabungkan aktivitas kebugaran dengan representasi keseharian masyarakat NTT.
Gerakannya menggambarkan berbagai aktivitas masyarakat mulai dari bercocok tanam, menjala dan menangkap ikan, hingga tarian bergandengan tangan yang mencerminkan kerukunan.
"Kami ingin mengembangkan budaya NTT ini melalui senam 'Ikan Nae di Pante' agar bisa seperti 'Poco-Poco' yang sudah berhasil kita bawa go international ke tingkat dunia," kata Lily di Jakarta, Minggu (27/9/2026).
FOKBI berharap "Ikan Nae di Pante" dapat mengikuti keberhasilan "Poco-Poco" yang pada 2018 melibatkan 65.000 peserta di Jakarta dan memecahkan rekor dunia Guinness World Record Poco-Poco Dance.
<h2>Senam Budaya Disandingkan dengan Aksi Peduli NTT</h2>
Momentum dua tahun terciptanya senam "Ikan Nae di Pante" turut disandingkan dengan aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat NTT yang tengah terdampak bencana.
"Ada dua tujuan sekaligus, kita peduli dengan musibah di NTT, sekaligus mengangkat karya budaya kita untuk NTT. Semua gerakan senam ini menceritakan kehidupan masyarakat di sana," tutur Lily.
Lily mengatakan jajaran pimpinan pusat FOKBI bersama Ketua Umum Sapta Nirwandar berencana mendatangi NTT untuk meninjau kondisi lapangan sekaligus menyerahkan bantuan yang telah dihimpun.
<h2>Gerak Peduli NTT Diikuti Peserta dari 11 Daerah</h2>
Kegiatan "Gerak Peduli NTT – Ikan Nae di Pante" digelar secara hibrida dengan melibatkan 250 peserta yang hadir langsung di Jakarta serta terhubung dengan 11 kepengurusan daerah FOKBI di Indonesia.
Donasi awal sebesar Rp25 juta telah disalurkan secara simbolis oleh Yayasan KORPRI, sedangkan penghimpunan dana dari kepengurusan daerah masih berlangsung.
- Penulis :
- Gerry Eka




