HOME  ⁄  Olahraga

I Made Pajar Ariyana Raih Perak Asian Games 2026 setelah Bangkit dari Trauma Ombak

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

I Made Pajar Ariyana Raih Perak Asian Games 2026 setelah Bangkit dari Trauma Ombak
Foto: (Sumber :Atlet selancar ombak Indonesia I Made Pajar Ariyana memamerkan medali perak seusai menjalani laga final shortboard putra di Long Beach, Tahara, Aichi, Jepang, Selasa (29/9/2026). ANTARA/Arindra Meodia/pri.)

Pantau - Atlet selancar ombak Indonesia I Made Pajar Ariyana meraih medali perak nomor shortboard putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah melalui perjalanan panjang dari belajar berselancar di Pulau Serangan, Denpasar, hingga sempat mengalami trauma akibat tergulung ombak.

Pajar bertarung melawan wakil tuan rumah Kanoa Igarashi pada laga final di Long Beach, Tahara, Aichi, Jepang, Selasa (29/9/2026).

Ibunda Pajar, Ni Made Puspawati, menyaksikan langsung perjuangan putranya dari tepi pantai sambil terus berdoa sepanjang pertandingan.

Kanoa lebih dahulu mencetak skor sebelum Pajar berhasil memecah kebuntuan dan mendapatkan poin sekitar 10 menit kemudian.

Pajar Akrab dengan Pantai Sejak Bayi

Kedekatan Pajar dengan laut bermula dari Pulau Serangan karena keluarganya memiliki warung di kawasan tersebut.

Puspawati mengatakan dirinya sudah membawa Pajar ke pantai sejak masih bayi karena harus menjalankan usaha keluarga.

“Dari umur satu bulan sudah di pantai,” kata Puspawati.

Pajar kemudian mulai belajar berselancar ketika berusia enam tahun meskipun saat itu belum bisa berenang.

Setahun kemudian, Pajar pernah tergulung ombak besar hingga panik karena belum memiliki kemampuan berenang.

Pengalaman tersebut membuat Pajar trauma dan hampir berhenti menekuni olahraga selancar ombak.

Sang ayah kemudian terus mendorong Pajar untuk kembali menghadapi laut.

"Never give up."

Kalimat tersebut menjadi pegangan Pajar untuk kembali berselancar dan secara perlahan mengatasi ketakutannya terhadap ombak.

Mulai Berkompetisi sejak Usia Tujuh Tahun

Pajar mulai mengikuti perlombaan selancar ketika berusia tujuh tahun.

Setahun kemudian, ia memperoleh dukungan sponsor dan berhasil meraih posisi ketiga dalam kompetisi.

Pajar kemudian semakin serius menjalani berbagai kompetisi dan tumbuh menjadi atlet yang terbiasa bepergian tanpa selalu didampingi orang tua.

Ia bahkan mampu melakukan perjalanan sendiri ketika harus mengikuti kompetisi di luar negeri.

Selancar ombak sebenarnya bukan pilihan pertama Pajar karena semasa kecil dirinya sempat bercita-cita menjadi atlet sepak bola.

Ayahnya kemudian menyarankan Pajar menekuni selancar karena sejak kecil sudah dekat dengan pantai.

Pilihan tersebut akhirnya membawa Pajar membela Indonesia hingga meraih medali perak shortboard putra pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026