
Pantau - Tim bulu tangkis junior Indonesia mengawali perjuangan pada BWF World Junior Team Championships 2026 dengan mengalahkan Azerbaijan 2-0 dalam pertandingan Grup C2 di Cairo International Stadium, Kairo, Mesir, Senin, 5 Oktober 2026.
Indonesia mengamankan kemenangan melalui dua gim dengan sistem relay, masing-masing lewat skor telak 55-25 dan 55-11.
Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Indonesia dalam perebutan Piala Suhandinata 2026.
Manajer Tim Indonesia Eskar Denatara mengakui pertandingan perdana tidak mudah karena para pemain masih harus menyesuaikan diri dengan kondisi arena.
“Pertandingan pertama selalu tidak mudah. Kita lihat di gim pertama beberapa pemain masih beradaptasi dengan situasi di Cairo Stadium, baik kondisi angin maupun pencahayaan,” kata Eskar.
Indonesia Menang 55-25 pada Gim Pertama
Indonesia membuka keunggulan melalui pasangan ganda campuran Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti yang membawa Merah Putih memimpin 11-5 atas Ulvi Huseynov/Leyla Jamalzade.
Pasangan ganda putri Aurelia Syakira Putri/Yasintha Ristyna Putri kemudian memperbesar keunggulan Indonesia menjadi 22-11.
Dominasi Indonesia dilanjutkan Mayla Cahya Afilian Pratiwi dari sektor tunggal putri yang membawa skor menjadi 33-16.
Pasangan ganda putra Raihan Daffa Edsel Pramono/Anju Siahaan mempertahankan keunggulan Indonesia hingga skor semakin jauh menjadi 44-17.
Radithya Bayu Wardhana kemudian menyelesaikan gim pertama dan memastikan Indonesia menang 55-25.
Menurut Eskar, kondisi angin dan perubahan sisi lapangan memengaruhi laju shuttlecock sehingga para pemain membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Dukungan masyarakat Indonesia yang hadir langsung di arena juga dinilai membantu para pemain lebih cepat keluar dari tekanan.
Indonesia Hanya Beri Azerbaijan 11 Poin
Indonesia tampil semakin dominan pada gim kedua dengan hanya memberikan 11 poin kepada Azerbaijan sepanjang permainan.
Pasangan Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti membuka gim kedua secara sempurna tanpa kehilangan satu poin dan membawa Indonesia unggul 11-0.
Selsi Josika/Halifia Usni Pratiwi kemudian melanjutkan dominasi dengan memperbesar keunggulan menjadi 22-1.
Jolin Angelia membuat Indonesia semakin menjauh dengan skor 33-5.
Pasangan Joven Farandi/Joseph Marcellino Kyta melanjutkan keunggulan Indonesia hingga skor menjadi 44-8.
Fathurachman menutup pertandingan dan memastikan Indonesia memenangi gim kedua dengan skor telak 55-11.
“Saya kira ini awal yang cukup baik untuk perjalanan tim beregu kali ini. Semoga besok kami bisa tampil lebih baik lagi,” ungkap Eskar.
Indonesia Fokus Pemulihan Jelang Laga Berikutnya
Indonesia tergabung dalam Grup C2 bersama Azerbaijan dan Sri Lanka berdasarkan hasil undian ulang yang dilakukan menjelang turnamen.
Kejuaraan Dunia Junior Beregu BWF 2026 berlangsung pada 5-10 Oktober 2026 dengan menggunakan sistem pertandingan relay 55 poin.
Dalam sistem tersebut, setiap sektor menyumbangkan tahapan 11 poin dalam satu gim hingga salah satu tim mencapai total 55 poin.
Setelah menghadapi Azerbaijan, para pemain Indonesia langsung difokuskan pada pemulihan kondisi fisik karena harus kembali bertanding pada Selasa.
Eskar meminta pengalaman dari pertandingan pertama menjadi bahan pembelajaran agar para atlet lebih siap sejak pemanasan, memahami strategi, dan menjaga fokus ketika memasuki lapangan.
“Belajar dari hari pertama, besok para atlet harus lebih siap lagi. Pemanasannya harus lebih firm dan masuk lapangan harus sudah siap dengan strategi yang diberikan serta menjaga fokus, karena dengan pertandingan gim 11 ini tidak ada yang tidak mungkin,” kata Eskar.
- Penulis :
- Arian Mesa




