HOME  ⁄  Olahraga

Mirra Andreeva Tantang Zheng Qinwen di Final China Open 2026, Petenis China Berpeluang Cetak Sejarah di Beijing

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Mirra Andreeva Tantang Zheng Qinwen di Final China Open 2026, Petenis China Berpeluang Cetak Sejarah di Beijing
Foto: Petenis Rusia Mirra Andreeva merayakan kemenangan atas lawannya petenis Ukraina Marta Kostyuk usai pertandingan semifinal tunggal putri turnamen tenis Prancis Terbuka di Roland Garros, Paris, Prancis, Jumat (5/6/2026).

Pantau - Petenis Rusia Mirra Andreeva akan menghadapi wakil tuan rumah Zheng Qinwen dalam final tunggal putri China Open 2026 di Beijing, Minggu (11/10/2026) pukul 18.30 WIB, dengan kedua pemain memburu gelar juara sekaligus pencapaian penting dalam karier masing-masing.

Andreeva yang berstatus unggulan keempat mengincar gelar keempatnya sepanjang musim 2026, sedangkan Zheng berpeluang menjadi petenis China pertama yang menjuarai turnamen tersebut sejak masuk kalender WTA pada 2004.

Pertandingan final dijadwalkan berlangsung di Capital Group Diamond Court setelah pertandingan final nomor ganda.

Zheng mengaku ingin menampilkan permainan terbaik di hadapan pendukung tuan rumah.

"Saya ingin menunjukkan permainan terbaik karena tahu betapa besar dukungan mereka," kata Zheng seperti dikutip dari laman resmi WTA, Minggu.

Andreeva Lolos ke Final Setelah Raih 50 Kemenangan Musim Ini

Andreeva memastikan tempat di final setelah mengalahkan petenis Ceko Nikola Bartunkova dengan skor 6-2, 6-2 pada semifinal.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi kemenangan ke-50 Andreeva sepanjang musim 2026.

Petenis berusia 19 tahun itu menjadi pemain termuda yang mencapai 50 kemenangan dalam satu musim sejak Caroline Wozniacki pada 2009.

Final China Open menjadi final kelima Andreeva tahun ini setelah sebelumnya menjuarai Roland Garros, Adelaide, dan Linz, serta menjadi runner-up di Madrid.

Perjalanannya di Beijing dimulai dengan kemenangan tiga set atas Yuan Yue, kemudian dilanjutkan dengan mengalahkan Polina Kudermetova dan Daria Snigur dalam dua set.

Pada pertandingan berikutnya, Andreeva menyingkirkan Ekaterina Alexandrova melalui dua set yang sama-sama ditentukan lewat babak tie-break, yakni 7-6(4), 7-6(3).

Andreeva juga mencatatkan 10 kemenangan set secara beruntun setelah kehilangan set pembuka turnamen.

Sepanjang turnamen di Beijing, ia berhasil mengonversi 25 peluang break point, sehingga total keberhasilannya sepanjang musim mencapai 301.

Catatan tersebut menjadikannya petenis pertama pada 2026 yang menembus angka 300 konversi break point.

Zheng Qinwen Berpeluang Jadi Petenis China Pertama yang Juara

Zheng Qinwen melangkah ke final setelah mengalahkan unggulan ke-13 Elise Mertens dengan skor 7-5, 6-2.

Petenis tuan rumah tersebut sebelumnya menyingkirkan Shi Han pada pertandingan pembuka.

Zheng kemudian melaju setelah Anna Kalinskaya mengundurkan diri saat tertinggal 0-3 pada set penentuan, sebelum mengalahkan Marie Bouzkova dan Alina Charaeva.

Pada perempat final, Zheng menyingkirkan unggulan keenam Elina Svitolina dengan skor 6-3, 7-6(6).

Keberhasilan tersebut mengantarkannya menjadi petenis China pertama yang mencapai final tunggal putri China Open sejak turnamen itu masuk kalender WTA pada 2004.

Zheng kini berpeluang mencatat sejarah baru dengan menjadi wakil tuan rumah pertama yang mengangkat trofi juara.

Gelar tersebut juga akan menjadi gelar WTA pertamanya sejak memenangi turnamen Tokyo pada 2024.

Zheng Pernah Kalahkan Andreeva di China Open 2024

Pertemuan final kali ini menjadi pertandingan kedua antara Andreeva dan Zheng dalam persaingan resmi mereka.

Kedua petenis sebelumnya bertemu pada perempat final China Open 2024 yang dimenangi Zheng melalui pertandingan tiga set.

Saat itu, Zheng bangkit setelah kehilangan set pertama untuk menang dengan skor 5-7, 6-0, 6-4.

Zheng memperkirakan pertandingan kali ini berlangsung ketat karena keduanya telah mengalami perkembangan permainan selama dua tahun terakhir.

"Ini bukan pertandingan mudah, tetapi saya juga pemain tangguh, akan menjadi pertarungan yang berat," ujar Zheng.

Sementara itu, Andreeva menilai Zheng merupakan pemain agresif yang memiliki kecepatan permainan dan kemampuan memberikan tekanan kepada lawan.

"Saya akan berusaha menampilkan permainan terbaik di final," kata Andreeva.

Andreeva Diproyeksikan Naik ke Peringkat Tiga Dunia

Selain memperebutkan gelar juara, kedua petenis juga berpeluang memperbaiki posisi dalam pemeringkatan dunia.

Andreeva diproyeksikan naik ke peringkat ketiga dunia ketika WTA memperbarui daftar peringkat pada Senin (12/10/2026).

Petenis Rusia tersebut juga telah memastikan tempat pada turnamen penutup musim WTA Finals di Indian Wells.

Sementara itu, Zheng diperkirakan kembali menembus jajaran 30 besar dunia setelah sempat berada di peringkat ke-160 pada pertengahan Juni.

Penampilan Zheng di Beijing juga mencatatkan sejumlah statistik menonjol sepanjang musim ini.

Ia telah menghabiskan waktu 13 jam 33 menit di lapangan, menjadikannya petenis dengan durasi pertandingan terlama dalam satu turnamen tingkat tur sepanjang musim 2026.

Zheng juga menghasilkan 219 pukulan penentu kemenangan atau winner, melampaui catatan 210 pukulan milik Karolina Muchova di Wimbledon.

Final China Open 2026 akan menentukan apakah Andreeva mampu menambah koleksi gelarnya atau Zheng berhasil mencetak sejarah sebagai juara tunggal putri pertama asal China di turnamen tersebut.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026