
Pantau - Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus menghentikan langkah mereka pada babak pertama Denmark Open 2026 setelah kalah dari pasangan Inggris, Ben Lane/Sean Vendy, di SJF Arena, Odense, Denmark, Rabu (14/10/2026).
Raymond/Joaquin menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 17-21 dari Ben Lane/Sean Vendy yang berstatus sebagai unggulan kedelapan turnamen tersebut.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi pasangan Indonesia tersebut, terutama terkait kemampuan beradaptasi, mengendalikan tempo permainan, dan menghadapi tekanan lawan.
Seusai pertandingan, Joaquin mengakui bahwa hasil tersebut menjadi pelajaran penting bagi dirinya dan Raymond untuk memperbaiki performa yang mengalami penurunan sejak penampilan terakhir mereka di Kejuaraan Dunia.
"Menurut saya, hari ini benar-benar jadi pelajaran buat kami. Sebelumnya, saya bilang saat turnamen terakhir dalam Kejuaraan Dunia, kami sedang dalam tren menurun dan kami pelan-pelan ingin naik lagi. Kami bersyukur, hari ini tetap ada hal positif yang bisa diambil," kata Joaquin sebagaimana dikutip dari PBSI, Rabu (14/10/2026).
Raymond/Joaquin Kesulitan Mengendalikan Tempo Permainan Lawan
Raymond Indra mengungkapkan bahwa pertandingan melawan Ben Lane/Sean Vendy tidak berjalan sesuai harapan karena pasangan Inggris tersebut mampu memberikan tekanan sejak awal.
Menurut Raymond, pengalaman dan kematangan permainan lawan menjadi faktor yang membuat mereka kesulitan mengembangkan strategi sendiri.
Raymond menilai dirinya dan Joaquin terlalu mengikuti tempo permainan Ben Lane/Sean Vendy sehingga kehilangan kesempatan untuk mengambil kendali pertandingan.
Namun, ketika mulai bermain lebih lepas tanpa terlalu memikirkan hasil pada bagian akhir pertandingan, pasangan Indonesia tersebut justru mampu mengejar perolehan poin lawan.
"Lawan lebih berpengalaman, sangat matang, kami terlalu mengikuti tempo mereka. Pada gim akhir ketika mencoba nothing to lose malah bisa banyak mengejar poinnya. Selain itu kami kurang cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan dan shuttlecock," ungkap Indra.
Selain kesulitan menghadapi tempo permainan lawan, Raymond juga mengakui bahwa mereka terlambat menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan dan karakteristik kok yang digunakan.
Kondisi tersebut membuat Raymond/Joaquin tidak mampu mengembangkan permainan secara maksimal untuk membendung tekanan pasangan unggulan kedelapan itu.
Joaquin Akui Komunikasi Membaik, tetapi Adaptasi Masih Lambat
Sementara itu, Nikolaus Joaquin menilai bahwa kerja sama mereka sebenarnya sudah menunjukkan perkembangan, terutama dalam aspek komunikasi dan kualitas permainan.
Joaquin menyebut dirinya dan Raymond mulai merasa lebih nyaman saat bertanding serta mampu menikmati permainan dibandingkan penampilan sebelumnya.
Meski demikian, perkembangan tersebut belum cukup untuk mengatasi permainan Ben Lane/Sean Vendy yang dinilai lebih matang dan berpengalaman.
Joaquin mengakui bahwa kecepatan beradaptasi terhadap pola permainan lawan masih menjadi kelemahan yang harus segera diperbaiki.
"Kami merasa lebih enjoy namun tetap kami harus bisa lebih cepat lagi dalam beradaptasi mengikuti permainan lawan. Kami tidak puas, kami pasti kecewa jadi semoga ke depannya bisa lebih baik," ujar Joaquin.
Keterlambatan membaca permainan lawan membuat Raymond/Joaquin kesulitan menemukan pola permainan yang tepat untuk membalikkan keadaan.
Meski sempat memberikan perlawanan dan mengejar ketertinggalan poin, pasangan Indonesia tersebut akhirnya harus mengakui keunggulan Ben Lane/Sean Vendy.
Kekalahan di Denmark Open 2026 Jadi Bahan Evaluasi
Hasil pada babak pertama Denmark Open 2026 menjadi bagian dari proses evaluasi Raymond/Joaquin untuk mengembalikan performa mereka setelah mengalami tren penurunan sejak Kejuaraan Dunia.
Kecepatan adaptasi terhadap kondisi pertandingan, kemampuan mengendalikan tempo, serta kesiapan menghadapi tekanan lawan menjadi sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan.
Di tengah kekecewaan akibat tersingkir lebih awal, Raymond/Joaquin tetap melihat adanya perkembangan positif dari komunikasi dan kerja sama mereka di lapangan.
Keduanya berharap dapat memperbaiki berbagai kekurangan tersebut agar mampu kembali menunjukkan performa terbaik dalam turnamen-turnamen berikutnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick




