
Pantau - Perenang pemegang dua rekor dunia, Shauna Kathleen Krkalo, turut ambil bagian dalam Kejuaraan Renang Masters Asia Tenggara atau 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026 yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 17–18 Oktober 2026.
Atlet putri asal Hong Kong yang tergabung dalam klub Indonesia URPA ITB Masters tersebut menjadi salah satu peserta unggulan dalam kejuaraan yang diikuti hampir 600 perenang dari lima negara Asia Tenggara.
Ketua Harian Pengurus Besar (PB) Harlin Erlianto Rahardjo mengatakan kehadiran pemegang rekor dunia menjadi salah satu daya tarik kompetisi renang masters tahun ini.
"Di antara peserta-peserta yang ambil bagian di sini, ada satu pemegang rekor dunia di long course. Jadi dia baru memecahkan rekor dunia ini tahun lalu di Kejuaraan Dunia Masters di Singapura, 50 meter," ujar Harlin di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Shauna Krkalo Pecahkan Dua Rekor Dunia di Singapura
Shauna Kathleen Krkalo merupakan perenang yang mencatatkan prestasi internasional pada Kejuaraan Dunia Renang Masters 2025 di Singapura.
Dalam kejuaraan tersebut, Shauna berhasil memecahkan dua rekor dunia untuk kelompok usia 45–49 tahun putri.
Kedua rekor tersebut diraih pada nomor 50 meter gaya bebas dan 50 meter gaya dada.
Prestasi itu menjadikan Shauna salah satu peserta dengan pencapaian tertinggi yang tampil dalam Kejuaraan Renang Masters Asia Tenggara 2026.
Meski berasal dari Hong Kong, Shauna mengikuti kompetisi bersama klub URPA ITB Masters dari Indonesia.
Kehadirannya menambah persaingan dalam ajang yang mempertemukan perenang masters dari berbagai klub dan komunitas.
Mantan Atlet Olimpiade Turut Ikuti Kejuaraan
Selain pemegang rekor dunia, kejuaraan renang masters di Jakarta juga diikuti sejumlah mantan atlet profesional.
Harlin mengatakan beberapa peserta merupakan mantan atlet Olimpiade yang kembali mengikuti kompetisi melalui kategori masters.
Menurutnya, perkembangan renang masters di Indonesia terlihat dari semakin beragamnya latar belakang peserta.
Tidak hanya perenang berusia senior, sejumlah mantan atlet elite Indonesia yang baru pensiun pada usia 20-an tahun juga mulai mengikuti kejuaraan tersebut.
"Ini menarik, tahun ini banyak perenang Indonesia yang muda-muda yang baru saja pensiun dari atlet elit gitu ya, umur 20-an tahun, ikut serta. Dan banyak sekali mantan Olympian juga yang berpartisipasi," kata dia.
Partisipasi para mantan atlet tersebut menunjukkan bahwa kompetisi renang masters juga menjadi wadah bagi perenang yang telah menyelesaikan karier di tingkat elite.
Hampir 600 Perenang dari Lima Negara Bersaing di GBK
Kejuaraan 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026 diselenggarakan selama dua hari, yakni pada 17–18 Oktober 2026.
Stadion Akuatik Gelora Bung Karno di Jakarta menjadi lokasi pelaksanaan kompetisi internasional tersebut.
Ajang ini diikuti hampir 600 peserta yang tergabung dalam 76 klub dan komunitas renang.
Lima negara Asia Tenggara yang berpartisipasi adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.
Kejuaraan tersebut mempertemukan para perenang dari berbagai kelompok usia untuk bersaing dalam kompetisi tingkat regional.
Indonesia Kembali Dipercaya Menjadi Tuan Rumah
Penyelenggaraan tahun 2026 menjadi kali kedua Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Renang Masters Asia Tenggara.
Kepercayaan tersebut menempatkan Indonesia kembali sebagai lokasi penyelenggaraan salah satu kompetisi renang masters terbesar di kawasan.
Harlin menilai perkembangan olahraga renang masters di Indonesia menunjukkan tren positif, terutama dengan meningkatnya partisipasi mantan atlet profesional dan perenang muda.
Kejuaraan ini juga menjadi kesempatan bagi peserta Indonesia untuk bertanding bersama perenang berpengalaman dari negara lain.
Dengan kehadiran pemegang rekor dunia, mantan atlet Olimpiade, serta ratusan peserta dari lima negara, kompetisi di Stadion Akuatik GBK menjadi ajang pertemuan komunitas renang masters tingkat Asia Tenggara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




