
Pantau - Pembalap muda Indonesia Muhammad Kiandra Ramadhipa dipastikan gagal menembus tiga besar klasemen akhir Kejuaraan Dunia Moto3 Junior FIM 2026 setelah terkena penalti pada balapan pertama seri penutup di Sirkuit Misano, Emilia-Romagna, Italia, Minggu (18/10/2026).
Pembalap Honda Asia-Dream Racing tersebut semula menyelesaikan balapan di posisi ketiga, tetapi turun ke peringkat ke-10 setelah mendapat tambahan waktu enam detik akibat tidak menjalani hukuman putaran panjang atau long lap penalty.
Hasil tersebut membuat Ramadhipa turun dari peringkat keempat ke posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 119 poin.
Berdasarkan perhitungan poin setelah balapan pertama, pembalap berusia 16 tahun itu tidak lagi memiliki peluang menembus tiga besar klasemen akhir meskipun memenangi balapan kedua.
Penalti Enam Detik Gagalkan Podium Ramadhipa
Ramadhipa sebenarnya menunjukkan performa kompetitif sejak awal balapan pertama di Sirkuit Misano.
Pembalap asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu memulai perlombaan dari posisi terdepan atau pole position.
Sepanjang balapan, Ramadhipa mampu bersaing dengan kelompok pembalap terdepan dalam perebutan podium.
Namun, menjelang akhir perlombaan, otoritas balapan menjatuhkan hukuman long lap penalty kepada Ramadhipa.
Berdasarkan dokumen resmi balapan, hukuman tersebut diberikan setelah Ramadhipa dinilai melakukan tujuh pelanggaran batas lintasan di tikungan kedua.
Ramadhipa tidak menjalankan hukuman tersebut hingga balapan berakhir sehingga otoritas menambahkan enam detik pada catatan waktu finisnya.
Akibatnya, posisi Ramadhipa berubah dari peringkat ketiga menjadi peringkat ke-10 berdasarkan hasil yang dilaporkan saat itu.
Empat pembalap lain, yakni Giulio Pugliese, Filip Surowiak, Matteo Gabarrini, dan Kiattisak Singhapong, juga menerima hukuman serupa, tetapi menjalankannya selama perlombaan.
Peluang Lolos ke Moto3 2027 Tertutup
Hasil balapan pertama membuat Ramadhipa mengoleksi 119 poin dan berada di posisi keenam klasemen sementara Moto3 Junior 2026.
Sementara itu, Giulio Pugliese dari CFMoto Aspar Junior Team menempati peringkat ketiga dengan 148 poin.
Dengan satu balapan tersisa, Ramadhipa hanya berpeluang menambah maksimal 25 poin apabila berhasil meraih kemenangan.
Perolehan maksimal 144 poin tersebut tetap tidak cukup untuk melampaui Pugliese yang sudah mengantongi 148 poin.
Kondisi itu sekaligus menutup peluang Ramadhipa memperoleh pengecualian batas usia untuk tampil pada Kejuaraan Dunia Moto3 musim 2027 melalui jalur tiga besar Moto3 Junior.
Regulasi Moto3 menetapkan usia minimum 18 tahun, dengan pengecualian tertentu bagi pembalap yang memenuhi persyaratan prestasi.
Ramadhipa baru akan berusia 18 tahun pada 4 Desember 2027 sehingga, berdasarkan jalur usia reguler, kesempatan paling awal untuk mengikuti Moto3 adalah musim 2028.
Jalur Red Bull Rookies Cup Juga Belum Berhasil
Selain melalui Moto3 Junior, pembalap muda dapat memperoleh kesempatan tampil di Moto3 sebelum berusia 18 tahun melalui pencapaian tiga besar Red Bull MotoGP Rookies Cup.
Namun, Ramadhipa mengakhiri Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 di posisi kesembilan klasemen akhir.
Dengan demikian, kedua jalur prestasi tersebut belum dapat mengantarkan pembalap Indonesia itu menuju Moto3 pada musim 2027.
Adapun balapan pertama Moto3 Junior di Misano dimenangi Fernando Bujosa dari AC Racing.
Posisi kedua ditempati Yaroslav Karpushin, sedangkan Carlos Cano finis ketiga, dengan keduanya memperkuat CFMoto Aspar Junior Team.
Balapan kedua sekaligus penutup musim Moto3 Junior 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu (18/10/2026) pukul 19.00 WIB.
Ramadhipa masih memiliki kesempatan memperbaiki hasil balapannya pada seri terakhir tersebut meskipun peluang menembus tiga besar klasemen telah tertutup.
- Penulis :
- Gerry Eka




