
Pantau - Atlet para tenis meja Indonesia Barce Eynstend Layaba mengalihkan fokus ke nomor ganda campuran bersama Leli Marlina pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 setelah meraih medali perunggu tunggal putra kelas 4-5 di Sky Hall Toyota, Jepang, Selasa (20/10/2026).
Barce dijadwalkan kembali bertanding pada Rabu (21/10/2026) dalam fase grup ganda campuran kelas XD10 menghadapi pasangan dari Kamboja, Taiwan, dan Thailand.
Meski baru saja menjalani pertandingan semifinal yang menguras tenaga, Barce mengaku optimistis menghadapi persaingan pada nomor berikutnya.
"Tentunya sangat optimistis karena dari segi pertandingan, lawan, kita beberapa kali ketemu lawan-lawan yang berat juga, tapi kita bisa mengatasi itu," kata Barce seusai pertandingan di Sky Hall Toyota, Selasa (20/10/2026).
Optimisme tersebut muncul setelah Barce berhasil mempersembahkan medali perunggu bagi Indonesia pada penampilan perdananya di Asian Para Games.
Barce dan Leli Marlina Hadapi Tiga Negara di Fase Grup
Barce Eynstend Layaba akan berpasangan dengan Leli Marlina pada nomor ganda campuran kelas XD10.
Pasangan Indonesia tersebut dijadwalkan menjalani tiga pertandingan fase grup pada Rabu (21/10/2026).
Berdasarkan jadwal pertandingan, Barce dan Leli akan menghadapi Kamboja pada pukul 15.00 waktu setempat.
Setelah itu, pasangan Indonesia dijadwalkan bertanding melawan Taiwan pada pukul 16.45 waktu setempat.
Pertandingan terakhir pada jadwal tersebut mempertemukan Barce dan Leli dengan pasangan Thailand pada pukul 18.30 waktu setempat.
Ketiga pertandingan tersebut menjadi agenda penting bagi pasangan Indonesia dalam persaingan fase grup.
Barce menyadari bahwa setiap pasangan telah mempersiapkan diri untuk meraih hasil terbaik dalam ajang tersebut.
Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga konsentrasi selama pertandingan berlangsung.
"Tentunya harus lebih fokus karena lawan-lawannya juga mereka juga berlatih, mereka juga doa yang sama memberikan yang terbaik," ujarnya.
Barce Raih Perunggu Usai Kalah dari Unggulan China
Sebelum mengalihkan perhatian ke nomor ganda campuran, Barce tampil pada semifinal tunggal putra kelas 4-5 di Sky Hall Toyota, Jepang.
Dalam pertandingan tersebut, ia menghadapi wakil China Peng Zhengyang.
Barce harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 1-3 setelah melalui empat gim.
Pertandingan berakhir dengan rincian skor 9-11, 4-11, 13-11, dan 9-11.
Barce kehilangan dua gim pertama sebelum memperkecil ketertinggalan dengan memenangi gim ketiga.
Namun, Peng Zhengyang kembali unggul pada gim keempat untuk memastikan kemenangan dan melaju ke final.
Hasil tersebut membuat Barce mengakhiri persaingan tunggal putra kelas 4-5 dengan medali perunggu.
Barce mengakui pertandingan semifinal berlangsung berat karena lawannya memiliki karakter permainan cepat dan pukulan keras.
"Hari ini pertandingannya sangat menguras tenaga dan pikiran. Karena tentunya lawan di semifinal ini lawan unggulan dari China, dia nomor satu China sekarang," katanya.
Medali Perunggu Jadi Pencapaian pada Debut Asian Para Games
Meski gagal melangkah ke final, Barce tetap bersyukur atas medali perunggu yang berhasil diraihnya.
Pencapaian tersebut menjadi hasil penting karena Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 merupakan penampilan pertamanya dalam ajang olahraga disabilitas tingkat Asia tersebut.
Barce mengatakan dirinya telah berusaha memberikan kemampuan terbaik sepanjang pertandingan.
"Ini Asian Para Games pertama saya. Dan tentunya puji Tuhan sekali, Asian pertama ini saya bisa kasih yang terbaik," ujar Barce.
Ia berharap pengalaman menghadapi lawan kuat pada nomor tunggal dapat menjadi bekal untuk menjalani pertandingan ganda campuran.
Pengalaman melawan Peng Zhengyang juga memberikan gambaran mengenai tingkat persaingan yang harus dihadapi pada ajang tersebut.
Barce kini berusaha mengalihkan perhatian dari hasil semifinal menuju persiapan pertandingan berikutnya bersama Leli Marlina.
Indonesia Lanjutkan Perjuangan di Nomor Ganda Campuran XD10
Nomor ganda campuran kelas XD10 menjadi kesempatan berikutnya bagi Barce untuk kembali bersaing di Asian Para Games 2026.
Bersama Leli Marlina, ia akan memulai perjuangan dengan menghadapi tiga pasangan dari negara berbeda dalam satu hari pertandingan.
Jadwal yang mempertemukan Indonesia dengan Kamboja, Taiwan, dan Thailand menuntut Barce dan Leli menjaga konsentrasi sepanjang fase grup.
Barce menyatakan optimisme dengan mengacu pada pengalaman sebelumnya ketika mampu menghadapi sejumlah lawan berat.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa setiap peserta memiliki persiapan dan target masing-masing.
Setelah menyumbangkan medali perunggu dari nomor tunggal putra kelas 4-5, Barce berharap dapat kembali memberikan penampilan terbaik bagi Indonesia pada pertandingan ganda campuran yang dimulai Rabu (21/10/2026).
- Penulis :
- Aditya Yohan




