
Pantau - Pasangan para tenis meja Indonesia Leli Marlina dan Osrita Muslim meraih medali perunggu nomor ganda putri kelas WD10 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 setelah mengalahkan wakil Kuwait Fajer Alkhalaf dan Ahad Alrasheedi dengan skor 3-0 di Sky Hall Toyota, Jepang, Jumat (23/10/2026).
Kemenangan tersebut diraih melalui tiga gim langsung dengan skor 11-2, 11-3, dan 11-8.
Hasil itu membuat Leli dan Osrita menutup pertandingan fase grup dengan catatan satu kemenangan dan tiga kekalahan.
Medali perunggu tersebut sekaligus menjadi penutup perjuangan tim para tenis meja Indonesia pada Asian Para Games 2026.
Leli dan Osrita Menang Telak atas Kuwait dalam Tiga Gim
Pasangan Indonesia tampil mendominasi sejak awal pertandingan melawan wakil Kuwait.
Pada gim pertama, Leli dan Osrita langsung unggul jauh sebelum mengamankan kemenangan dengan skor 11-2.
Dominasi tersebut berlanjut pada gim kedua ketika pasangan Merah Putih kembali menang dengan skor 11-3.
Kuwait kemudian memberikan perlawanan lebih ketat pada gim ketiga.
Namun, Leli dan Osrita mampu mempertahankan keunggulan hingga menutup pertandingan dengan kemenangan 11-8.
Hasil tersebut memastikan kemenangan Indonesia 3-0 dalam pertandingan terakhir nomor ganda putri kelas WD10.
Indonesia Raih Perunggu Meski Berada di Posisi Keempat Grup A
Nomor ganda putri kelas WD10 Asian Para Games 2026 diikuti lima pasangan yang tergabung dalam satu grup.
Seluruh peserta bertanding menggunakan sistem round robin atau saling bertemu untuk menentukan peraih medali.
Berdasarkan statistik penyelenggara, Indonesia menempati posisi keempat Grup A dengan rekor satu kemenangan dan tiga kekalahan.
Sementara itu, China berada di posisi ketiga dengan catatan tiga kemenangan dan satu kekalahan.
Dalam ketentuan pertandingan nomor tersebut, Indonesia dan China sama-sama memperoleh medali perunggu.
Medali emas diraih Korea Selatan, sedangkan Thailand membawa pulang medali perak.
Leli dan Osrita Sempat Kalah dari China, Thailand, dan Korea Selatan
Sebelum meraih kemenangan atas Kuwait, pasangan Indonesia menghadapi tiga pertandingan berat di fase grup.
Pada pertandingan pertama, Rabu (21/10/2026), Leli dan Osrita kalah dari pasangan China Bian Zhang dan Miao Zhang dengan skor 0-3.
Kekalahan tersebut terjadi melalui gim dengan skor 6-11, 9-11, dan 4-11.
Pada pertandingan kedua, Kamis (22/10/2026), Indonesia kembali menelan kekalahan dari wakil Thailand Wijittra Jaion dan Wassana Sringam.
Pasangan Thailand menang tiga gim langsung dengan skor 11-1, 11-4, dan 11-2.
Masih pada hari yang sama, Leli dan Osrita menghadapi pasangan Korea Selatan Lee Migyu dan Jung Young-a.
Indonesia kembali harus mengakui keunggulan lawan setelah kalah 0-3 dengan skor 4-11, 5-11, dan 9-11.
Medali Perunggu Tutup Perjuangan Para Tenis Meja Indonesia
Kemenangan atas Kuwait menjadi satu-satunya hasil positif yang diraih Leli dan Osrita dalam empat pertandingan Grup A.
Meski mencatat tiga kekalahan, pasangan Indonesia tetap berhasil membawa pulang medali perunggu sesuai ketentuan pertandingan nomor WD10.
Leli Marlina yang berusia 27 tahun berpasangan dengan Osrita Muslim yang berusia 59 tahun dalam ajang tersebut.
Keberhasilan keduanya menambah perolehan medali Indonesia dari cabang olahraga para tenis meja.
Medali perunggu tersebut juga menandai berakhirnya rangkaian pertandingan tim para tenis meja Indonesia pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung sejak 16 hingga 23 Oktober.
- Penulis :
- Aditya Yohan




