HOME  ⁄  Olahraga

Subhan dan Rina Marlina Raih Emas Asian Para Games 2026, Kalahkan China dalam Duel Dramatis di Nagoya

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Subhan dan Rina Marlina Raih Emas Asian Para Games 2026, Kalahkan China dalam Duel Dramatis di Nagoya
Foto: (Sumber :Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Subhan (kiri) dan Rina Marlina (kanan) meluapkan kegembiraan seusai mengalahkan pasangan China Shuangbao Lin dan Qingtao Zeng pada final nomor ganda campuran SH6 Asian Para Games 2026 di Municipal Gymnasium, Ichinomiya, Nagoya, Jepang, Jumat (23/10/2026). Subhan dan Rina Marlina meraih medali emas setelah menang dalam tiga gim dengan skor 21-16, 11-21, dan 21-15. ANTARA/M Risyal Hidayat..)

Pantau - Pasangan para bulu tangkis Indonesia, Subhan dan Rina Marlina, berhasil meraih medali emas nomor ganda campuran SH6 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 setelah mengalahkan wakil China, Shuangbao Lin dan Qingtao Zeng, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-16, 11-21, dan 21-15.

Pertandingan final berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Nagoya, Jepang, pada Jumat (23/10/2026).

Kemenangan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Subhan dan Rina yang harus melewati pertandingan ketat sebelum memastikan medali emas untuk Indonesia.

Keduanya tidak mampu menahan tangis setelah angka terakhir pada gim penentuan memastikan kemenangan atas pasangan China.

Subhan dan Rina Menang Setelah Bertarung Tiga Gim

Subhan dan Rina mengawali pertandingan final dengan mengamankan gim pertama melalui kemenangan 21-16.

Namun, pasangan China berhasil bangkit pada gim kedua dan menyamakan kedudukan setelah menang dengan skor 21-11.

Hasil tersebut membuat pertandingan harus dilanjutkan ke gim ketiga untuk menentukan peraih medali emas.

Pada gim penentuan, Subhan dan Rina kembali unggul hingga menutup pertandingan dengan skor 21-15.

Kemenangan itu memastikan pasangan Indonesia menjadi juara nomor ganda campuran SH6 pada Asian Para Games 2026.

Subhan dan Rina Menangis Setelah Pastikan Medali Emas

Suasana emosional terlihat sesaat setelah papan skor menunjukkan angka 21-15 untuk kemenangan Indonesia.

Subhan berteriak keras sebelum merebahkan tubuhnya di lapangan sambil memandang langit-langit stadion.

Pebulu tangkis Indonesia tersebut kemudian menangis setelah memastikan kemenangan dalam pertandingan final.

Rina Marlina juga menunjukkan reaksi serupa dengan langsung merebahkan tubuhnya di lantai lapangan seusai pertandingan.

Keduanya meluapkan kebahagiaan setelah berhasil melewati pertandingan yang berlangsung hingga tiga gim.

Tangisan tersebut menandai berakhirnya perjuangan pasangan Indonesia dalam perebutan medali emas di Nagoya.

Medali Emas Menjadi Momen Kebangkitan dari Kegagalan Masa Lalu

Dalam laporan yang ditulis Aloysius Lewokeda, kemenangan Subhan dan Rina digambarkan memiliki makna lebih dari sekadar pencapaian prestasi olahraga.

Medali emas di Nagoya disebut menjadi bagian dari perjalanan keduanya untuk bangkit dari pengalaman dan kegagalan pada masa lalu.

Perjuangan tersebut mencapai puncaknya ketika mereka berhasil mengatasi perlawanan pasangan China pada gim penentuan.

Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti keberhasilan Subhan dan Rina mempertahankan konsentrasi setelah kehilangan gim kedua.

Keberhasilan merebut gim ketiga memastikan perjuangan mereka berakhir dengan medali emas.

Indonesia Tambah Prestasi dari Cabang Para Bulu Tangkis

Medali emas Subhan dan Rina menambah pencapaian kontingen Indonesia pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

Pasangan tersebut menjadi juara setelah mengalahkan Shuangbao Lin dan Qingtao Zeng dalam pertandingan final nomor ganda campuran SH6.

Hasil pertandingan menunjukkan pasangan Indonesia mampu bangkit setelah kalah pada gim kedua dan kembali menguasai pertandingan pada gim terakhir.

Keberhasilan itu menjadi salah satu hasil penting bagi cabang olahraga para bulu tangkis Indonesia dalam ajang olahraga disabilitas tingkat Asia tersebut.

Subhan dan Rina akhirnya menuntaskan pertandingan final dengan kemenangan yang membawa mereka ke podium tertinggi Asian Para Games 2026.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026