
Pantau - Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama menghormati keputusan penyelenggara membatalkan balapan Moto3 Grand Prix Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island, Minggu (25/10/2026), akibat cuaca buruk meskipun dirinya berhasil meraih posisi start terdepan atau pole position.
Pembatalan tersebut membuat pembalap Honda Team Asia itu kehilangan kesempatan memanfaatkan hasil kualifikasi terbaiknya untuk bersaing dalam balapan utama.
"Saya menghormati keputusan dari pengawas balapan (race direction)," kata Veda sebagaimana dikutip dari akun media sosial X Honda Team Asia, Minggu (25/10/2026).
Pembalap berusia 17 tahun asal Wonosari, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu mengaku kecewa karena sangat ingin tampil di Phillip Island setelah mencatatkan sejarah bagi Indonesia.
Veda sebelumnya menjadi pembalap tercepat dalam sesi kualifikasi kedua (Q2) pada Sabtu (24/10/2026).
Veda Ega Pratama Cetak Sejarah sebagai Pembalap Indonesia Pertama Raih Pole Position
Keberhasilan Veda mencatatkan waktu tercepat pada sesi kualifikasi Moto3 Australia 2026 menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang meraih pole position dalam satu seri balapan Grand Prix.
Pencapaian tersebut semakin istimewa karena diraih pada penampilan perdananya di Sirkuit Phillip Island bersama Honda Team Asia.
Veda mengaku menikmati karakter lintasan Phillip Island selama menjalani rangkaian kegiatan balapan.
"Treknya menyenangkan," ujar Veda.
Namun, hasil kualifikasi tersebut tidak dapat dimanfaatkan dalam balapan utama setelah penyelenggara memutuskan membatalkan perlombaan akibat kondisi cuaca.
Keputusan itu membuat Veda gagal menjalani balapan dari posisi pertama yang telah diperolehnya sehari sebelumnya.
Veda Kecewa karena Moto3 Australia 2026 Jadi Kesempatan Terakhir di Phillip Island
Selain kehilangan kesempatan tampil dari posisi terdepan, Veda mengaku sedih karena musim 2026 menjadi penyelenggaraan terakhir Grand Prix Australia di Phillip Island.
Mulai 2027, Grand Prix Australia dijadwalkan berpindah ke Sirkuit Jalan Raya Adelaide.
"Saya sedih karena musim ini menjadi yang terakhir di Phillip Island. Ditambah lagi, saya mendapatkan pole position pertama saya di sini," kata Veda.
Sirkuit Phillip Island sendiri pertama kali menjadi tuan rumah Grand Prix Australia pada 1989.
Dengan perpindahan lokasi tersebut, Veda kehilangan kesempatan terakhir untuk menjalani balapan Grand Prix Australia di lintasan Phillip Island.
Meski demikian, pembalap Indonesia itu tetap menerima keputusan pengawas balapan yang diambil akibat kondisi cuaca buruk.
Veda Alihkan Fokus ke Moto3 Malaysia di Sirkuit Sepang
Setelah pembatalan Moto3 Australia, Veda langsung mengalihkan perhatian menuju Grand Prix Malaysia 2026.
Balapan tersebut dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Sepang pada 30 Oktober hingga 1 November 2026.
Veda berharap dapat kembali bersaing dalam rangkaian balapan berikutnya setelah gagal tampil pada seri Australia.
"Saya tidak sabar balapan di Malaysia. Sampai jumpa di sana pekan depan," ujarnya.
Seri Malaysia menjadi kesempatan berikutnya bagi Veda untuk melanjutkan persaingan di Kejuaraan Dunia Moto3 musim 2026.
Veda Tempati Peringkat Kedelapan Klasemen Moto3 2026
Veda Ega Pratama saat ini berada di peringkat kedelapan klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 111 poin.
Pembalap Honda Team Asia tersebut unggul delapan poin atas pembalap Malaysia Hakim Danish yang menempati posisi kesembilan.
Hakim Danish yang memperkuat Aeon Credit–MT Helmets–MSi telah mengumpulkan 103 poin.
Sementara itu, pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team, Maximo Quiles, telah memastikan gelar juara dunia Moto3 2026.
Quiles memimpin klasemen dengan raihan 351 poin yang tidak mungkin lagi dikejar para pesaingnya.
Kepastian gelar tersebut diraih meskipun musim 2026 masih menyisakan empat seri, yakni Malaysia, Qatar, Portugal, dan Valencia.
Bagi Veda, sisa musim menjadi kesempatan untuk menambah perolehan poin sekaligus mempertahankan posisinya dalam persaingan klasemen Moto3.
- Penulis :
- Gerry Eka




