
Pantau - Dua petinju putri, Shera Mae Patricio dan Brittany Sims, dijadwalkan bertarung memperebutkan sabuk juara dunia World Boxing Association (WBA) kelas bantam putri 53,5 kilogram di College Park Center, Texas, Amerika Serikat, Sabtu (7/11/2026).
Pertarungan tersebut mempertemukan Patricio yang belum terkalahkan sepanjang karier profesionalnya dengan Sims yang memiliki pengalaman lebih banyak di atas ring.
WBA menyebut duel kedua petinju berpotensi memengaruhi persaingan dan peringkat di divisi bantam putri.
"Patricio dan Sims akan bertemu dalam pertarungan yang menjanjikan untuk mengubah tatanan peringkat di divisi tersebut," demikian pernyataan WBA melalui laman resminya yang dipantau di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Shera Mae Patricio Andalkan Rekor Tak Terkalahkan
Shera Mae Patricio memasuki perebutan gelar juara dunia dengan catatan 10 kemenangan tanpa kekalahan.
Dari jumlah tersebut, tiga kemenangan diraih melalui knockout (KO) atau kemenangan dengan menjatuhkan lawan hingga tidak mampu melanjutkan pertandingan.
Petinju berusia 23 tahun asal Waianae, Hawaii, itu memulai karier profesionalnya pada 2024.
Sejak menjalani debut profesional, Patricio menunjukkan perkembangan dengan mempertahankan rekor kemenangan sempurna.
Dalam pertarungan menghadapi Sims, Patricio diperkirakan akan mengandalkan kekuatan pukulan dan tekanan untuk menguasai jalannya pertandingan.
Strategi tersebut mencakup upaya membatasi ruang gerak lawan serta melancarkan kombinasi pukulan dari jarak dekat hingga menengah.
Patricio juga diperkirakan akan berusaha mengendalikan area tengah ring agar Sims tidak leluasa memanfaatkan pergerakan kakinya.
Pertarungan ini menjadi kesempatan bagi Patricio untuk meraih gelar juara dunia pertama dalam karier profesionalnya.
Brittany Sims Bawa Pengalaman dan Sembilan Kemenangan Beruntun
Brittany Sims menghadapi Patricio dengan rekor 10 kemenangan dan tiga kekalahan dari 13 pertandingan profesional.
Petinju Amerika Serikat berusia 36 tahun itu telah mengoleksi lima kemenangan melalui KO.
Sims juga mencatatkan sembilan kemenangan beruntun menjelang pertarungan perebutan sabuk juara dunia tersebut.
Catatan itu menunjukkan kebangkitan karier Sims setelah sempat mengalami hasil kurang memuaskan pada awal perjalanan profesionalnya.
Dibandingkan Patricio, Sims memiliki pengalaman menjalani lebih banyak pertandingan profesional.
Ia dikenal memiliki kemampuan bergerak cepat, kelincahan kaki, dan kekuatan pukulan yang dapat menjadi modal menghadapi lawan dengan gaya agresif.
Dalam duel mendatang, Sims diperkirakan akan memanfaatkan pergerakan konstan untuk menghindari tekanan Patricio.
Ia juga berpeluang menggunakan pukulan lurus depan atau jab kiri untuk mengganggu ritme serangan lawan.
Duel Patricio dan Sims Diprediksi Mempertemukan Dua Gaya Bertinju
WBA menilai pertandingan Patricio melawan Sims akan mempertemukan dua pendekatan bertinju yang berbeda.
Patricio diperkirakan mengandalkan kekuatan, agresivitas, dan tekanan untuk memaksakan pertarungan dalam jarak yang menguntungkannya.
Sebaliknya, Sims diprediksi mengutamakan ritme, kelincahan, dan ketepatan pukulan untuk menghadapi serangan lawan.
Perbedaan gaya tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan jalannya pertandingan.
Patricio perlu membatasi pergerakan Sims agar dapat melepaskan kombinasi pukulan secara efektif.
Sementara itu, Sims perlu menjaga jarak dan memanfaatkan pergerakan ke samping untuk menghindari tekanan petinju yang lebih muda.
Sabuk Juara Dunia WBA Jadi Target Kedua Petinju
Pertarungan di College Park Center menjadi kesempatan penting bagi kedua petinju untuk memperkuat posisi mereka di kelas bantam putri.
Patricio berupaya mempertahankan catatan tidak terkalahkan sekaligus menambah pencapaian dengan meraih sabuk juara dunia.
Di sisi lain, Sims berusaha memanfaatkan pengalaman dan momentum sembilan kemenangan beruntun untuk merebut gelar yang sama.
Keduanya dijadwalkan naik ring pada Sabtu (7/11/2026) waktu setempat.
Hasil pertandingan akan menentukan petinju yang berhasil membawa pulang sabuk juara dunia WBA kelas bantam putri.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




