
Pantau - Penyelenggara MilkLife Superliga Junior berencana mengundang lebih banyak negara Eropa, khususnya Denmark, untuk berpartisipasi dalam turnamen bulu tangkis beregu kelompok usia pada edisi 2027 mendatang.
Rencana tersebut disampaikan Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, saat memberikan keterangan kepada awak media di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (6/11/2026).
"Kita akan undang Eropa lebih banyak lagi, khususnya Denmark. Itu rencana kita," kata Yoppy Rosimin.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penyelenggara memperluas keterlibatan negara-negara internasional sekaligus meningkatkan kualitas persaingan bagi pebulu tangkis muda Indonesia.
Pada penyelenggaraan 2026, Polandia menjadi satu-satunya negara Eropa yang mengirimkan wakil untuk mengikuti turnamen tersebut.
Selain Polandia, MilkLife Superliga Junior 2026 juga diikuti peserta dari Malaysia, Singapura, Filipina, China, Taiwan, Amerika Serikat, dan Indonesia sebagai tuan rumah.
Denmark Jadi Target Undangan Superliga Junior 2027, Jerman Belum Siap Berpartisipasi
Yoppy menjelaskan bahwa penyelenggara terus berupaya memperluas jaringan peserta internasional agar turnamen dapat menghadirkan persaingan dari berbagai negara dengan karakter permainan berbeda.
Menurutnya, Polandia telah menunjukkan komitmen mengikuti MilkLife Superliga Junior selama dua tahun berturut-turut meskipun belum berhasil meraih hasil maksimal.
Penyelenggara sebelumnya juga menjajaki kemungkinan keikutsertaan Jerman, tetapi negara tersebut belum siap mengirimkan wakilnya.
"Yang baru bisa diundang itu Polandia sama Jerman. Tapi Jerman belum siap. Sehingga Polandia yang sudah dua tahun berturut-turut ikut. Hasilnya memang belum maksimal, tapi mereka semangat sekali," ujar Yoppy.
Ia mengungkapkan bahwa para pebulu tangkis muda Polandia memiliki antusiasme tinggi untuk meningkatkan kemampuan melalui pengalaman bertanding melawan klub-klub Asia.
Bahkan, tim Polandia datang ke Indonesia sekitar satu pekan sebelum turnamen dimulai untuk mengikuti latihan bersama dan pertandingan uji coba.
Kegiatan tersebut dilakukan bersama sejumlah pemain Indonesia sebagai bagian dari persiapan menghadapi pertandingan resmi.
Menurut Yoppy, semangat para pemain Polandia menjadi salah satu hal positif dari keikutsertaan negara Eropa dalam turnamen bulu tangkis junior tersebut.
Dengan rencana mengundang Denmark pada edisi berikutnya, penyelenggara berharap keterlibatan negara-negara Eropa dapat semakin meningkat.
Thailand dan Jepang Absen karena Jadwal Turnamen Berbenturan
Selain negara-negara Eropa, penyelenggara MilkLife Superliga Junior 2026 sebenarnya telah mengundang kembali Thailand dan Jepang untuk mengikuti kompetisi tahun ini.
Namun, kedua negara tersebut tidak dapat berpartisipasi karena jadwal penyelenggaraan turnamen berbenturan dengan kejuaraan bulu tangkis di negara masing-masing.
Yoppy menjelaskan bahwa Thailand sebelumnya menunjukkan performa baik saat mengikuti turnamen edisi 2025.
Bahkan, klub asal Thailand berhasil meraih gelar juara pada penyelenggaraan tahun lalu.
"Thailand tahun lalu kita undang dan bagus. Bahkan mereka menjadi juara. Tahun ini pun kita undang yang sama, cuma kebetulan tanggal yang sama mereka ada kejuaraan sehingga tidak bisa meninggalkan Thailand," katanya.
Kondisi tersebut membuat penyelenggara harus menyesuaikan rencana partisipasi internasional dengan jadwal kompetisi yang berlangsung di berbagai negara.
Meski demikian, upaya menghadirkan klub-klub luar negeri tetap menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan MilkLife Superliga Junior.
Partisipasi negara-negara dengan tradisi bulu tangkis kuat diharapkan dapat memberikan pengalaman pertandingan yang lebih beragam bagi atlet muda Indonesia.
Superliga Junior Jadi Ajang Pembinaan Mental Atlet Muda Indonesia
Yoppy menegaskan bahwa MilkLife Superliga Junior tidak hanya bertujuan menghadirkan kompetisi internasional, tetapi juga menjadi sarana pembinaan pebulu tangkis muda Indonesia.
Menurutnya, pengalaman bertanding dalam format beregu sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk mental dan kemampuan atlet.
Melalui pertandingan beregu, para pemain muda dapat memperoleh pengalaman menghadapi tekanan pertandingan sekaligus belajar berkontribusi terhadap hasil tim.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting ketika para atlet melanjutkan karier menuju kompetisi tingkat senior.
MilkLife Superliga Junior pertama kali diselenggarakan pada 2016 dan terus berkembang menjadi wadah persaingan antarklub bulu tangkis dari dalam maupun luar negeri.
Turnamen ini mempertandingkan sejumlah kelompok usia untuk memberikan kesempatan kepada atlet muda mengembangkan kemampuan melalui kompetisi yang terstruktur.
Selain meningkatkan pengalaman bertanding, keikutsertaan klub internasional juga memungkinkan para pemain Indonesia mengenal berbagai karakter dan pola permainan lawan.
Superliga Junior 2026 Diikuti 707 Atlet dari Delapan Negara dengan Hadiah Rp1,4 Miliar
MilkLife Superliga Junior 2026 berlangsung pada 2 hingga 8 November di Kudus, Jawa Tengah, dengan melibatkan 707 pebulu tangkis muda dari delapan negara.
Turnamen tersebut mempertandingkan nomor beregu putra dan putri pada empat kelompok usia, yakni U13, U15, U17, dan U19.
Total hadiah yang diperebutkan dalam penyelenggaraan tahun ini mencapai lebih dari Rp1,4 miliar.
Selain menghadirkan peserta internasional, penyelenggara juga menerapkan sistem penghitungan skor tiga gim dengan masing-masing 15 poin atau rally point 3 x 15.
Sistem tersebut digunakan dalam pertandingan MilkLife Superliga Junior 2026 sebagai bagian dari format kompetisi tahun ini.
Dengan rencana memperluas partisipasi negara Eropa pada 2027, penyelenggara berupaya meningkatkan jangkauan internasional turnamen sekaligus mempertahankan perannya sebagai ajang pembinaan bulu tangkis usia muda.
Denmark menjadi salah satu negara yang diprioritaskan untuk diundang, sementara kepastian keikutsertaan negara-negara lainnya masih bergantung pada kesiapan masing-masing peserta dan kesesuaian jadwal kompetisi.
- Penulis :
- Aditya Yohan




