HOME  ⁄  Otomotif

Stellantis dan Leapmotor Perluas Produksi Kendaraan Listrik di Spanyol

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Stellantis dan Leapmotor Perluas Produksi Kendaraan Listrik di Spanyol
Foto: (Sumber: Pabrikan otomotif asal Zhejiang, China Leapmotor menampilkan Leapmotor B10 di Beijing Auto Show 2026. ANTARA/Abdu Faisal.)

Pantau - Stellantis dan Leapmotor memperluas kolaborasi strategis mereka hingga ke sektor produksi kendaraan listrik di Spanyol.

Kedua perusahaan sedang menjajaki pengembangan kerja sama melalui peningkatan produksi di pabrik Stellantis di Figueruelas, Zaragoza, Spanyol.

Stellantis dan Leapmotor mengevaluasi penambahan lini produksi baru untuk memproduksi model C-SUV battery electric vehicle atau BEV terbaru dari Opel.

Produksi model baru tersebut masih dalam tahap penilaian dengan potensi dimulai pada 2028.

Lini produksi baru itu akan melengkapi produksi Peugeot 208 dan Lancia Ypsilon yang saat ini sudah berjalan di pabrik Figueruelas.

Leapmotor juga berencana membawa produksi model C-SUV B10 ke pabrik tersebut dengan potensi produksi dimulai paling cepat pada 2026.

Pengembangan produksi itu dilakukan untuk mendukung pasar kendaraan listrik atau EV di Eropa dengan menghadirkan kendaraan yang lebih kompetitif dan terjangkau.

Kedua perusahaan juga akan bekerja sama dalam pengadaan melalui Leapmotor International atau LPMI untuk meningkatkan daya saing harga kendaraan listrik.

Strategi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan ekosistem kendaraan energi baru di China dan rantai pasok Eropa agar peluncuran model baru bisa berlangsung lebih cepat.

Stellantis dan Leapmotor juga berencana memperkuat masa depan pabrik Villaverde di Madrid melalui alokasi kendaraan Leapmotor yang diperkirakan mulai diproduksi pada 2028.

CEO Stellantis Antonia Filosa mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat lokalisasi manufaktur kendaraan listrik di Eropa.

“Hal ini diharapkan dapat mendukung produksi dan memajukan lokalisasi di Eropa untuk manufaktur kendaraan listrik kelas dunia dengan harga terjangkau guna memenuhi kebutuhan nyata pelanggan. Pengumuman hari ini mencerminkan niat kami untuk memperdalam kemitraan dan mengambil satu langkah lagi menuju kolaborasi yang lebih besar di masa depan,” kata Antonia Filosa.

Stellantis diketahui telah memegang 21 persen saham Leapmotor sejak 2023.

Sementara itu, Leapmotor International atau LPMI merupakan perusahaan patungan dengan komposisi 51 persen dimiliki Stellantis dan 49 persen dimiliki Leapmotor.

Perusahaan patungan tersebut memegang hak penjualan dan produksi kendaraan Leapmotor di luar China.

Penulis :
Gerry Eka