
Pantau - Mercedes-Benz memperkuat kerja sama dengan perusahaan energi asal Taiwan, ProLogium, untuk mengembangkan teknologi baterai solid-state yang menawarkan kepadatan energi lebih tinggi, pengisian lebih cepat, keamanan lebih baik, dan masa pakai lebih panjang.
Kesepakatan terbaru memberikan Mercedes-Benz akses prioritas untuk menguji sel baterai generasi keempat buatan ProLogium sebagai bagian dari pengembangan kendaraan listrik generasi berikutnya.
Baterai solid-state mengganti elektrolit cair yang digunakan baterai lithium-ion konvensional dengan material padat yang tidak mudah terbakar.
Teknologi tersebut menjadi salah satu fokus pengembangan sejumlah produsen otomotif dunia, termasuk Mercedes-Benz, BYD, Toyota, Nissan, Honda, Volkswagen, Stellantis, dan Chery.
Mercedes-Benz Uji Baterai Generasi Keempat ProLogium
Mercedes-Benz akan melakukan pengujian kelistrikan, termal, dan keselamatan terhadap sel baterai lithium-ceramic generasi keempat milik ProLogium.
Pengujian tersebut akan dilakukan di fasilitas Mercedes-Benz maupun lembaga pengujian pihak ketiga.
Baterai ProLogium menggunakan teknologi separator berbahan keramik dan elektrolit anorganik yang tidak mudah terbakar.
Teknologi tersebut diklaim mampu mendukung pengisian daya cepat sekaligus menghasilkan daya keluaran tinggi.
“Di Mercedes-Benz, kami berkomitmen membentuk masa depan mobilitas listrik melalui kepemimpinan teknologi dan inovasi,” kata anggota Dewan Manajemen Mercedes-Benz Group AG Jörg Burzer.
ProLogium saat ini telah mengoperasikan pabrik baterai berukuran besar di Taiwan.
Perusahaan tersebut juga berencana membangun fasilitas produksi di Dunkirk, Prancis, dengan kapasitas mencapai 44 GWh.
Fasilitas tersebut direncanakan memasok sel baterai kepada pelanggan di seluruh Eropa, termasuk Mercedes-Benz.
Mercedes EQS Tempuh 1.205 Kilometer Sekali Isi Daya
ProLogium bukan satu-satunya mitra Mercedes-Benz dalam pengembangan teknologi baterai solid-state.
Mercedes-Benz juga menguji sel baterai lithium-metal dari perusahaan asal Amerika Serikat, Factorial Energy.
Mercedes-Benz EQS yang menggunakan paket baterai solid-state buatan Factorial sebelumnya berhasil menempuh perjalanan sejauh 748,8 mil atau sekitar 1.205 kilometer hanya dengan satu kali pengisian daya.
Mobil tersebut bahkan masih memiliki perkiraan sisa jarak tempuh 85 mil atau sekitar 137 kilometer ketika pengujian selesai.
Pengembangan bersama ProLogium dan Factorial Energy menjadi bagian dari upaya Mercedes-Benz menguji teknologi baterai untuk kendaraan listrik dengan kemampuan jarak tempuh, pengisian daya, serta keamanan yang lebih baik.
- Penulis :
- Gerry Eka




