
Pantau - Kementerian Haji dan Umrah pada musim haji 2026 menekankan pelayanan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan bagi jamaah calon haji Indonesia sejak keberangkatan dari embarkasi hingga tiba di Arab Saudi.
Ketua PPIH Embarkasi Makassar Ikbal Ismail mengatakan pelayanan khusus menjadi perhatian utama sejak jamaah tiba di asrama haji hingga diberangkatkan ke Arab Saudi.
Kemenhaj membentuk layanan khusus untuk melayani jamaah calon haji lansia, disabilitas, dan perempuan.
Pelayanan di Embarkasi Makassar sudah diberikan sejak jamaah turun dari bus dan memasuki aula penerimaan.
Petugas menyiapkan kursi roda, tenaga pendamping, dan area pelayanan khusus bagi jamaah lansia.
Petugas juga langsung mendatangi jamaah untuk memberikan pelayanan sejak awal keberangkatan.
Perhatian khusus diberikan saat proses pemberangkatan menuju bandara.
Jamaah calon haji lansia diangkut menggunakan ambulans menuju bandara hingga keberangkatan ke Arab Saudi agar lebih nyaman dan aman.
Ikbal mengatakan petugas PPIH di Arab Saudi juga memberikan pelayanan yang sangat baik kepada jamaah lansia.
Kategori jamaah lansia mengacu pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, yakni jamaah berusia 65 tahun ke atas.
Pemerintah memberikan kuota prioritas khusus lansia sebesar lima persen dari total kuota haji nasional sebanyak 203 ribu calon haji.
Terdapat jamaah lansia yang berangkat haji dengan usia mencapai 84 tahun.
Prioritas kuota diberikan kepada jamaah lansia yang telah menunggu minimal lima tahun sejak mendaftar haji.
Program prioritas lansia akan terus dilakukan setiap tahun agar semakin banyak lansia memperoleh kesempatan berangkat ke Tanah Suci.
Selama gelombang pertama pemberangkatan Embarkasi Makassar, jumlah calon haji lansia mencapai 1.463 orang.
- Penulis :
- Gerry Eka





