
Pantau - Irak menargetkan kapasitas ekspor minyak mentah mencapai 5 juta barel per hari dengan mengembangkan sejumlah jalur baru menuju Turkiye dan Suriah untuk mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz.
Menteri Perminyakan Irak Basim Mohammed Khudair mengatakan kapasitas ekspor minyak negaranya telah meningkat menjadi lebih dari 3 juta barel per hari.
Ekspor minyak Irak tercatat mencapai sekitar 3 juta barel per hari sejak awal September 2026.
Pemerintah Irak menargetkan kapasitas tersebut meningkat menjadi 5 juta barel per hari setelah pembangunan jaringan pipa strategis menuju Fishkhabur di utara dan Pelabuhan Banias di pesisir Mediterania Suriah rampung.
Irak Bangun Dua Jalur Pipa Strategis
Perdana Menteri Irak Ali Faleh al-Zeidi pada Agustus 2026 memerintahkan pengerjaan dua jalur pipa strategis, yakni Basra-Haditha-Fishkhabur dan Haditha-Banias.
Jalur utara dirancang menghubungkan ladang minyak di wilayah selatan Irak dengan Fishkhabur di dekat perbatasan Turkiye.
Jaringan tersebut akan memberikan akses menuju pipa Kirkuk-Ceyhan dan Pelabuhan Ceyhan di pesisir Mediterania Turkiye.
Sementara itu, jalur barat akan menghubungkan Haditha dengan Pelabuhan Banias di Suriah sehingga memberikan akses ekspor alternatif menuju kawasan Mediterania.
Pembangunan jalur Haditha-Banias juga berpotensi menghidupkan kembali koridor minyak bersejarah yang menghubungkan Irak dan Suriah.
Kurangi Ketergantungan terhadap Selat Hormuz
Pemerintah Irak mengembangkan jalur alternatif tersebut untuk mendiversifikasi rute ekspor sekaligus memperkuat kemampuan negara itu mengirimkan minyak mentah ke pasar internasional.
Langkah tersebut dilakukan di tengah gangguan yang masih terjadi di Selat Hormuz akibat ketegangan antara Washington dan Teheran.
Irak tercatat memiliki sekitar 145 miliar barel cadangan minyak terbukti berdasarkan data resmi.
Produksi minyak Irak sempat turun menjadi sekitar 1,3 juta barel per hari selama perang AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada akhir Februari 2026, dibandingkan sekitar 3,3 juta barel per hari sebelum konflik.
Produksi minyak Irak kemudian mulai pulih pada Juli dan Agustus sebelum ekspornya mencapai sekitar 3 juta barel per hari sejak awal September.
- Penulis :
- Gerry Eka




