HOME  ⁄  Politik

Trump Singgung Komunisme dan Puji Kekuatan Militer AS dalam Pidato Hari Kemerdekaan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Trump Singgung Komunisme dan Puji Kekuatan Militer AS dalam Pidato Hari Kemerdekaan
Foto: Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji kekuatan militer negaranya sekaligus menegaskan penolakannya terhadap komunisme dalam pidato peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat pada perayaan Salute to America yang menandai 250 tahun kemerdekaan negara tersebut.

Trump menggambarkan Amerika Serikat sebagai "rumah kebebasan" dan "tanah kebebasan" serta berulang kali menyatakan bahwa komunisme tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut negaranya.

Ia mengatakan, "Kita tidak ingin komunis ada di negara kita. Itu tidak pernah berhasil, dan tidak akan pernah berhasil."

Trump menambahkan bahwa sistem komunis bertentangan dengan kebebasan dan hak konstitusional Amerika Serikat serta mengibaratkannya sebagai "kanker" yang harus segera dihentikan.

Ia juga mengatakan, "Rakyat Amerika tidak boleh lupa bahwa kita adalah bangsa yang bersejarah dan heroik dengan semangat heroik dan tujuan heroik di bumi kita yang indah ini."

Trump melanjutkan, "Tidak seperti banyak negara lain di dunia, di negara ini kita memiliki kebebasan berbicara, kebebasan beragama, keadilan yang setara di mata hukum… dan hak untuk memiliki dan memanggul senjata."

Soroti Militer dan Kebangkitan Amerika

Trump menegaskan dirinya terus membela Amandemen Kedua Konstitusi Amerika Serikat yang menjamin hak kepemilikan senjata.

Ia tidak menyebut tokoh politik tertentu sebagai komunis, namun pernyataannya dinilai merujuk pada sejumlah tokoh sosial Demokrat yang memenangi pemilihan pendahuluan Partai Demokrat menjelang pemilihan paruh waktu November mendatang.

Trump juga menyoroti perubahan dalam proses perekrutan militer Amerika Serikat.

Ia mengatakan, "Untuk masuk ke militer kita sekarang itu sulit. Dua tahun lalu, kita tidak bisa mendapatkan pekerjaan, dan sekarang pekerjaan itu melimpah."

Trump turut menyinggung tindakan Amerika Serikat terhadap Iran dan Venezuela sebagai contoh meningkatnya kekuatan negaranya.

Ia mengatakan, "Anda lihat Venezuela, Anda lihat Iran, kita memusnahkannya, memusnahkan militer mereka."

Trump juga menyebut pembangunan Terusan Panama sebagai "salah satu prestasi teknik terbesar sepanjang masa" dan mengatakan sekitar 38.000 warga Amerika tewas selama pembangunan kanal tersebut.

Pidato Sempat Tertunda Akibat Cuaca Buruk

Sepanjang pidatonya, Trump mengaitkan patriotisme, kekuatan militer, dan kebangkitan ekonomi dengan era baru kekuasaan Amerika Serikat.

Ia mengatakan, "Impian Amerika telah kembali, sangat kuat dan indah."

Trump menambahkan, "Hari ini negara kita kembali menang, dan kita menang dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Pidato Trump dimulai lebih dari satu jam lebih lambat dari jadwal setelah cuaca buruk mengganggu rangkaian perayaan di Washington.

Sejumlah kegiatan siang hari sempat ditunda karena suhu tinggi, sementara angin kencang dan hujan memaksa banyak peserta mencari perlindungan sebelum upacara dimulai.

Setelah pidato berakhir, perayaan dilanjutkan dengan pertunjukan kembang api berskala besar dan konser.

Penulis :
Gerry Eka