
Pantau - Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto mengungkapkan alasan membawa skuad berbeda pada Kejuaraan ASEAN Futsal 2026.
Souto memanggil 25 pemain dalam daftar sementara untuk turnamen yang dua tahun lalu berhasil dimenangkan Indonesia. Dari 25 nama tersebut, hanya Dewa Rizki dan Yogi Saputra yang sebelumnya menjadi bagian skuad Garuda saat menjadi finalis Piala Asia Futsal 2026.
Kebijakan ini diambil untuk meningkatkan persaingan di dalam timnas senior sekaligus memberi kesempatan kepada pemain yang belum tampil di Piala Asia.
“Selama satu setengah tahun terakhir, tim nasional telah menjalani salah satu periode paling sukses dalam sejarahnya: juara AFF Championship 2024, peraih medali emas SEA Games 2025, dan runner-up AFC Championship 2026. Ini adalah kenyataan, kami adalah tim nasional terbaik dalam sejarah negara ini,” ujar Souto.
Ia menambahkan bahwa pada siklus sebelumnya fokus tim adalah meningkatkan daya saing pemain senior, kemampuan adaptasi dalam berbagai situasi permainan, serta pengalaman menghadapi lawan dari Amerika Selatan, Eropa, dan Asia.
Kebijakan menurunkan skuad berbeda bukan kali pertama dilakukan. Tahun lalu, Indonesia juga menurunkan pemain lapis kedua pada China Invitational Tournament dan keluar sebagai juara setelah mengalahkan Denmark 4-2 di final di bawah pelatih Amril Daulay.
Dengan semakin banyak pemain memiliki pengalaman internasional, diharapkan kemampuan teknik dan mental mereka meningkat. Target jangka panjang timnas adalah menembus Piala Dunia Futsal 2028.
“Kami mengikuti model perencanaan progresif yang terbagi dalam berbagai siklus dan fase, masing-masing dengan tujuan yang spesifik, di mana target utamanya adalah mencapai performa terbaik pada momen-momen yang paling penting,” kata Souto.
Sebanyak 25 pemain tersebut dijadwalkan mengikuti pemusatan latihan setelah berakhirnya bulan Ramadhan.
“Inilah saatnya memberikan kesempatan kepada pemain-pemain baru untuk menunjukkan potensi terbaik mereka dan membuka peluang integrasi ke dalam tim nasional, demi terus memperkuat identitas kompetitif kami,” ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti







