Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Sepakbola

Mengenal St Kitts dan Nevis, Negara Karibia yang Jadi Lawan Indonesia di FIFA Series 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mengenal St Kitts dan Nevis, Negara Karibia yang Jadi Lawan Indonesia di FIFA Series 2026
Foto: (Sumber : Pelatih timnas St Kitts dan Nevis Marcelo Augusto Silva Serrano (tengah) dan pemainnya Julani Archibald (kanan) menghadiri jumpa pers di Jakarta, Kamis (26/3/2026), menjelang pertandingan FIFA Series 2026 melawan Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno. (ANTARA/RAUF ADIPATI))

Pantau - Timnas Indonesia akan menghadapi St Kitts dan Nevis pada laga FIFA Series 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3) malam.

Profil Negara dan Sejarah Singkat

St Kitts dan Nevis merupakan negara kepulauan di kawasan Karibia, Amerika Utara, yang terdiri dari dua pulau utama, yakni Saint Kitts dan Nevis.

Negara ini pertama kali ditemukan oleh penjelajah Christopher Columbus pada 1493 sebelum dihuni bangsa Eropa pada 1623 oleh Inggris dan kemudian Prancis.

St Kitts dan Nevis menjadi koloni Inggris sejak 1700 hingga akhirnya meraih kemerdekaan penuh pada 19 September 1983.

Negara tersebut kini menjadi bagian dari Commonwealth dan mengakui Raja Charles sebagai kepala negara.

Perjalanan Timnas dan Rekor Internasional

Federasi sepak bola St Kitts dan Nevis berdiri pada 1932 dan bergabung dengan FIFA pada 1992 setelah menjadi bagian dari CONCACAF pada 1990.

Timnasnya menjalani laga internasional pertama pada 1938 melawan Grenada dengan hasil kekalahan 2-4.

Sepanjang sejarah, mereka belum pernah lolos ke putaran final Piala Dunia dan baru sekali tampil di Piala Emas CONCACAF pada 2023.

Pada ajang tersebut, mereka kalah di semua pertandingan fase grup dari Trinidad dan Tobago, Amerika Serikat, dan Jamaika.

Prestasi terbaik tim ini adalah menjadi runner-up Piala Karibia 1997.

Saat ini St Kitts dan Nevis menempati peringkat ke-154 FIFA dengan peringkat terbaik di posisi ke-73 pada 2016 dan 2017.

FIFA Series 2026 di Indonesia juga diikuti Bulgaria dan Kepulauan Solomon sebagai wakil dari konfederasi berbeda.

Penulis :
Ahmad Yusuf