HOME  ⁄  Sepakbola

Ansyari Lubis Apresiasi Kebangkitan PSS Sleman Meski Kalah di Final Championship

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Ansyari Lubis Apresiasi Kebangkitan PSS Sleman Meski Kalah di Final Championship
Foto: (Sumber: Striker PSS Sleman Gustavo Tocantins berselebrasi dalam laga final Championship 2025/2026 melawan Garudayaksa di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026). Sempat bermain imbang 2-2 di waktu normal dan tambahan waktu, PSS harus mengakui ketangguhan Garudayaksa setelah kalah dalam babak penalti dengan skor 3-4. (ANTARA/HO-PSSI Pers).)

Pantau - Pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis mengapresiasi penampilan timnya pada babak kedua saat berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melawan Garudayaksa FC pada final Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo.

Pada babak pertama, permainan buruk PSS Sleman dimanfaatkan Garudayaksa FC melalui gol Alfin Kelilauw pada menit ke-23 dan penalti Everton Nascimento pada menit ke-31.

PSS Sleman tampil jauh lebih baik di babak kedua dan berhasil menyamakan skor lewat dua gol Gustavo Tocantins pada menit ke-61 dan 90+3.

Dua gol Gustavo Tocantins membuat pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu hingga adu penalti.

Namun pada babak adu penalti, Gustavo Tocantins yang sebelumnya menjadi pahlawan justru gagal mengeksekusi penalti sehingga PSS Sleman kalah dengan skor 3-4.

"Kita menyoroti di bawah pertama kita sedikit kehilangan fokus hingga Garudayaksa bisa mengambil permainan dengan sangat baik. Tetapi di bawah kedua kita bermain sangat luar biasa, kita bisa menyamakan kedudukan," kata Ansyari Lubis.

Ansyari Sebut Adu Penalti Dipengaruhi Banyak Faktor

Ansyari menyebut hasil adu penalti dipengaruhi banyak faktor dan memberikan selamat kepada Garudayaksa FC yang berhasil menjadi juara Pegadaian Championship 2025/2026.

"Tapi itulah hasil dari pertandingan adu penalti, semuanya hanya bisa kita anggap itu banyak faktor ya. Jadi selamat buat Garudayaksa yang bisa menjadi juara, terutama ini partai final yang saya kira cukup bagus untuk kita lihat dan kita tonton," ujar Ansyari Lubis.

Dalam kesempatan tersebut, Ansyari juga menjelaskan alasan tidak memainkan Irvan Mofu sebagai starter pada laga final.

Irvan Mofu baru dimainkan pada babak kedua menggantikan Terens Puhiri dan dinilai berhasil membuat permainan Super Elja lebih baik.

Kehadiran Mofu membuat serangan PSS Sleman menjadi lebih berbahaya meski tidak mencetak gol.

"Makanya ketika di babak kedua kita memasukkan Mofu untuk memperkaya, memperkuat serangan kita. Dan itu terbukti, tapi sepak bola tidak bisa dihitung hanya di satu babak. Jadi saya kira ini hasil yang cukup luar biasa buat seluruh pemain dan apresiasi yang tinggi-tingginya buat mereka," ungkap Ansyari Lubis.

Tiga Tim Pastikan Promosi ke Super League

Selain PSS Sleman dan Garudayaksa FC, Adhyaksa FC juga memastikan promosi ke kasta tertinggi setelah mengalahkan Persipura Jayapura dengan skor 1-0 pada babak play-off.

Ketiga tim promosi tersebut menggantikan tim dari Super League yang terdegradasi yaitu PSBS Biak dan Semen Padang FC.

Penulis :
Gerry Eka