
Pantau - Manajemen Persipura Jayapura merespons hukuman berat dari Komite Disiplin PSSI berupa larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton selama satu musim penuh di Championship musim depan.
Sanksi tersebut dijatuhkan setelah terjadi kerusuhan usai laga play-off promosi Championship 2025/2026 melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, pada 8 Mei 2026.
Kericuhan pecah setelah Persipura kalah 0-1 yang sekaligus menggagalkan langkah mereka promosi ke Super League.
Akibat insiden tersebut, sejumlah fasilitas stadion rusak dan beberapa kendaraan dibakar oleh oknum suporter.
"Kami juga percaya bahwa pembatasan total terhadap kehadiran penonton dan suporter bukanlah satu-satunya solusi jangka panjang. Sepak bola tanpa kehadiran pendukung akan kehilangan sebagian dari semangat, identitas, dan ikatan emosional yang menjadi jiwa dari olahraga ini," tulis manajemen Persipura dalam pernyataan resmi, Rabu.
Persipura Dorong Edukasi Suporter
Persipura menilai pembinaan dan edukasi kepada suporter menjadi langkah penting untuk menciptakan atmosfer sepak bola yang lebih sehat dan tertib.
Manajemen klub menegaskan budaya disiplin tidak bisa dibangun hanya dengan hukuman semata.
"Budaya disiplin dalam sepak bola tidak dapat dibangun hanya melalui hukuman semata, tetapi juga melalui pembinaan, komunikasi, dan rasa tanggung jawab bersama," tulis Persipura.
Klub berjuluk Mutiara Hitam itu juga meminta adanya pengawasan dan pendampingan yang lebih aktif dari PSSI terhadap komunitas suporter.
Menurut Persipura, program seperti workshop, forum komunikasi, hingga sosialisasi rutin dapat menjadi solusi jangka panjang dalam membangun budaya sepak bola yang lebih dewasa.
Persipura Harap Sepak Bola Indonesia Lebih Dewasa
Persipura berharap insiden kerusuhan tersebut dapat menjadi momentum evaluasi bersama bagi klub, suporter, penyelenggara, dan seluruh pemangku kepentingan sepak bola nasional.
Manajemen klub optimistis atmosfer sepak bola Indonesia dapat menjadi lebih aman dan profesional apabila seluruh pihak bekerja sama menjaga ketertiban pertandingan.
"Kami berharap momentum ini dapat menjadi bahan refleksi dan perbaikan bagi seluruh pihak agar sepak bola Indonesia dapat terus berkembang dengan kedewasaan, persatuan, profesionalisme, serta budaya suportif yang lebih baik di masa depan," tutup manajemen Persipura.
- Penulis :
- Aditya Yohan





