HOME  ⁄  Sepakbola

Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen Paling Kompleks dengan Tantangan Stadion di Tiga Negara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen Paling Kompleks dengan Tantangan Stadion di Tiga Negara
Foto: (Sumber : Stadion New York New Jersey (Stadion MetLife) di Amerika Serikat, salah satu stadion yang dipakai untuk Piala Dunia 2026. (FIFA).)

Pantau - Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko disebut sebagai turnamen paling kompleks sepanjang sejarah karena melibatkan 16 stadion di tiga negara dengan jarak geografis mencapai sekitar 4.500 kilometer.

Turnamen tersebut juga menjadi Piala Dunia pertama yang diikuti 48 negara dengan total 104 pertandingan.

Sebanyak 11 stadion berada di Amerika Serikat, tiga stadion di Meksiko, dan dua lainnya di Kanada.

Persiapan stadion menjadi perhatian besar FIFA, terutama karena delapan stadion masih menggunakan rumput artifisial dan mayoritas stadion di Amerika Serikat awalnya dirancang untuk pertandingan american football di bawah NFL.

FIFA Ubah Stadion NFL Demi Standar Piala Dunia

Delapan stadion yang menggunakan rumput artifisial antara lain Stadion MetLife di New Jersey, Stadion AT&T di Dallas, Stadion SoFi di Los Angeles, Stadion Mercedes-Benz di Atlanta, hingga Stadion BC Place di Vancouver.

FIFA bersama para ahli dari sejumlah universitas di Amerika Serikat melakukan renovasi besar-besaran agar stadion memenuhi standar sepak bola internasional.

Total biaya renovasi seluruh stadion disebut mencapai sekitar dua miliar dolar AS atau lebih dari Rp35 triliun.

Persiapan rumput stadion dipimpin pakar rumput dari University of Tennessee, John Sorochan.

Dalam riset yang dipublikasikan melalui phys.org, Sorochan bersama timnya menggunakan tiga jenis rumput berbeda yang disesuaikan dengan kondisi iklim di masing-masing stadion.

Untuk wilayah hangat digunakan rumput bermuda (Cynodon dactylon), sedangkan wilayah dingin memakai campuran kentucky bluegrass dan perennial ryegrass.

"Kami memakai 84 persen kentucky bluegrass dan 16 persen perennial ryegrass," tulis Sorochan dan timnya.

Teknologi Rumput Modern Dipakai di Stadion Berkubah

Para ahli juga menggunakan serat plastik untuk memperkuat akar rumput serta melakukan lebih dari 170 kali percobaan demi memastikan kualitas lapangan sesuai standar FIFA.

Pengujian dilakukan untuk memastikan kekerasan permukaan, pantulan bola, aliran bola, hingga ketahanan terhadap tekanan sepatu pemain.

Empat stadion berkubah seperti Stadion AT&T, Mercedes-Benz, NRG, dan BC Place juga dipasangi lampu LED khusus untuk menggantikan kekurangan cahaya matahari bagi rumput alami.

Meski seluruh stadion akan menggunakan rumput alami selama Piala Dunia 2026, sejumlah stadion NFL dikabarkan akan kembali memakai rumput artifisial setelah turnamen selesai.

Kebijakan tersebut diambil karena rumput sintetis dianggap lebih mendukung penyelenggaraan berbagai acara non-olahraga.

Penulis :
Aditya Yohan