HOME  ⁄  Sepakbola

Como 1907 Milik Djarum Group Dekati Liga Champions Setelah Musim Fantastis di Serie A

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Como 1907 Milik Djarum Group Dekati Liga Champions Setelah Musim Fantastis di Serie A
Foto: (Sumber: Bek Como asal Spanyol, Alex Valle (ketiga dari kanan), merayakan golnya bersama rekan-rekan satu tim saat pertandingan Serie A Italia antara Como dan Inter Milan di Stadion Giuseppe Sinigaglia di Como, Italia, pada 12 April 2026. ANTARA/AFP/Piero Cruciatti.)

Pantau - Como 1907 menjalani perjalanan fantastis di Liga Italia musim 2025/2026 dan kini berpeluang tampil di Liga Champions musim depan meski baru dua musim promosi ke Serie A.

Klub milik Djarum Group tersebut menjadi salah satu tim yang paling banyak diperbincangkan di Italia karena perkembangan pesatnya dalam beberapa tahun terakhir.

Como saat ini berada di posisi kelima klasemen Serie A dengan koleksi 68 poin.

Klub tersebut unggul selisih gol atas Juventus meski memiliki poin yang sama.

Como juga hanya terpaut dua poin dari AC Milan dan AS Roma yang berada di posisi ketiga dan keempat klasemen sementara.

Peluang Como lolos ke Liga Champions masih terbuka apabila AS Roma dan AC Milan gagal meraih kemenangan pada laga terakhir Serie A serta Como mampu mengalahkan Cremonese.

Pada pekan terakhir, Roma dijadwalkan menghadapi Verona, AC Milan melawan Cagliari, dan Juventus bertemu Torino.

Musim ini Como sudah memastikan diri tampil di Liga Europa musim depan.

Liga Italia musim depan mendapatkan empat slot Liga Champions, dua slot Liga Europa, dan satu slot Liga Conference Europa.

Djarum Group Bangun Como dari Divisi Bawah

Como 1907 diakuisisi Djarum Group pada 2019 setelah klub tersebut sempat bangkrut pada 2018.

Djarum Group dinilai sukses membangun Como secara bertahap dari klub kecil hingga menjadi kandidat kompetisi Eropa.

“Kisah Como bersama Fabregas dan Djarum Group pun mulai terasa bak dongeng dalam sepak bola.”

Sebelum mencapai Serie A, Como menjalani perjalanan panjang dari divisi bawah.

Como sempat menjadi juara Serie D sebelum promosi ke Serie C2 dan Serie C.

Pada 2021, Como menjuarai Serie C dan promosi ke Serie B.

Klub tersebut akhirnya promosi ke Serie A pada musim 2024.

Pada musim pertama di Serie A 2024/2025, Como finis di posisi ke-10 dengan koleksi 49 poin.

Musim ini, Como kembali menunjukkan peningkatan dengan menempati posisi kelima klasemen sementara.

Sebagai perbandingan, Parma yang menjadi juara Serie B pada musim 2024/2025 kini hanya berada di posisi ke-13 Serie A.

Fabregas dan Djarum Jadi Kunci Kebangkitan Como

Pelatih Cesc Fabregas disebut memiliki peran besar dalam perkembangan Como musim ini.

Fabregas tidak hanya berstatus pelatih, tetapi juga pemegang saham minoritas klub.

Legenda Arsenal dan Barcelona itu bekerja bersama Thierry Henry yang juga menjadi pemegang saham minoritas Como.

Artikel menyebut kombinasi tangan dingin Fabregas dan dukungan finansial Djarum Group menjadi faktor utama perkembangan Como.

Djarum Group bahkan disebut sebagai pemilik klub sepak bola terkaya di Italia saat ini.

Berbeda dengan pemilik Manchester City atau Paris Saint-Germain, Djarum Group dinilai lebih tertarik membangun klub dari bawah dibanding membeli klub besar.

Como juga dianggap berkembang tanpa strategi transfer besar-besaran.

Pada bursa transfer musim panas, Como mendatangkan 11 pemain baru dengan transfer termahal Jesus Rodriguez dari Real Betis senilai 22,5 juta euro.

Sementara pada bursa transfer Januari, Como hanya mendatangkan dua pemain dengan nilai transfer tertinggi sekitar 12 juta euro.

Jadi Salah Satu Tim Paling Solid di Serie A

Como menjadi salah satu tim dengan jumlah kekalahan paling sedikit di Serie A musim ini.

Produktivitas gol Como mencapai 61 gol dan lebih baik dibanding AC Milan, AS Roma, Juventus, serta Napoli.

Como juga memiliki pertahanan terbaik di Serie A dengan baru kebobolan 28 gol musim ini.

Sebagai perbandingan, Inter Milan telah kebobolan 35 gol.

Selisih gol Como musim ini hanya kalah dari Inter Milan.

Artikel menilai perkembangan Como terjadi melalui proses bertahap dan konsisten, bukan cara instan.

“Evolusi yang konsisten sehingga hasilnya selalu lebih baik dan lebih tinggi, sampai terlihat seperti sebuah revolusi.”

Tantangan Como musim depan adalah memperdalam skuad, meningkatkan kualitas pemain, dan menjaga daya saing di Serie A maupun kompetisi Eropa.

Como diperkirakan akan mendatangkan pemain dengan reputasi lebih besar apabila tampil di kompetisi Eropa musim depan.

Klub tersebut juga dinilai berpotensi menjadi penantang gelar Liga Italia di masa depan jika proses pembangunan tetap berjalan konsisten.

Penulis :
Gerry Eka