HOME  ⁄  Sepakbola

Guardiola dan Glasner Tinggalkan Klub, Liga Inggris Dinilai Semakin Melelahkan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Guardiola dan Glasner Tinggalkan Klub, Liga Inggris Dinilai Semakin Melelahkan
Foto: (Sumber : Manajer Crystal Palace Oliver Glasner menyalami pendukung timnya sembari memegang trofi juara Liga Conference UEFA setelah Crystal Palace memenangkan final melawan Rayo Vallecano de Madrid di Leipzig, Jerman, pada 27 Mei 2026. (AFP/TOBIAS SCHWARZ).)

Pantau - Liga Inggris dinilai semakin melelahkan bagi para pelatih setelah Pep Guardiola dan Oliver Glasner memutuskan meninggalkan klub mereka usai menjalani musim penuh tekanan dan jadwal padat.

Dalam telaah yang ditulis Jafar M Sidik, Guardiola dan Glasner sama-sama menyebut faktor kelelahan sebagai alasan utama mereka berhenti melatih Manchester City dan Crystal Palace.

Guardiola tercatat memimpin Manchester City dalam 593 pertandingan selama 10 tahun dengan torehan 423 kemenangan atau persentase kemenangan mencapai 71 persen.

Selama menangani Manchester City, pelatih asal Spanyol itu mempersembahkan 20 trofi, termasuk enam gelar Liga Premier Inggris dan satu trofi Liga Champions.

Guardiola dan Glasner Akhiri Era Sukses

Meski gagal menutup musim dengan gelar Liga Premier dan Liga Champions, Guardiola tetap mempersembahkan Piala FA dan Piala Liga untuk Manchester City.

Seperti saat meninggalkan Barcelona pada 2012, Guardiola dikabarkan akan mengambil jeda dari dunia kepelatihan sebelum kembali melatih klub lain.

Sementara itu, Oliver Glasner membawa Crystal Palace meraih tiga trofi dalam dua setengah musim, yakni Piala FA, Community Shield, dan Liga Conference Europa.

Kesuksesan terbesar Glasner datang saat Crystal Palace menjuarai Liga Conference usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final yang berlangsung di Leipzig, Jerman.

"Bagi tim yang tak pernah menjuarai liga utama, sukses Palace menjuarai Liga Conference adalah simbol untuk sukses besar era Glasner," tulis Jafar M Sidik.

Frank Lampard Ikut Disorot

Nama Frank Lampard juga ikut disinggung dalam telaah tersebut karena dinilai berhasil membawa Coventry City melewati musim berat dengan performa yang cukup baik.

Lampard bahkan disebut dianggap lebih baik dibanding pelatih Arsenal Mikel Arteta oleh sebagian pihak karena mampu menghadapi tekanan besar bersama Coventry.

Liga Inggris disebut semakin kompetitif dan menuntut para pelatih bekerja ekstra keras dalam mengatur strategi, mental pemain, hingga jadwal pertandingan yang padat.

Kondisi itu dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat sejumlah pelatih memilih mundur meski masih meraih prestasi bersama klubnya.

Penulis :
Aditya Yohan