
Pantau - Gelandang Arsenal FC, Declan Rice, memastikan skuad The Gunners tetap solid dan kompak meskipun gagal menjuarai Liga Champions 2025/2026 setelah kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) melalui adu penalti pada final di Puskas Arena, Budapest, Hungaria.
Pertandingan berakhir imbang 1-1 selama 120 menit sebelum PSG memastikan kemenangan 4-3 dalam adu penalti.
Arsenal sempat unggul lebih dahulu melalui gol Kai Havertz.
PSG kemudian menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti Ousmane Dembele.
Tidak ada gol tambahan hingga akhir babak perpanjangan waktu sehingga pemenang ditentukan melalui adu penalti.
Kegagalan Arsenal terjadi setelah Gabriel Magalhaes yang menjadi penendang terakhir gagal mencetak gol karena tendangannya melambung di atas mistar.
Menanggapi hasil tersebut, Rice menegaskan seluruh pemain Arsenal tetap bersatu meski harus menelan kekecewaan di partai puncak.
Rice mengatakan, "Ini seperti lotere. Beberapa tim terbaik sepanjang sejarah juga pernah kalah lewat adu penalti di final, dan kali ini kami yang merasakannya."
Ia menambahkan, "Kami menang dan kalah bersama. Saya sangat bangga dengan para pemain ini."
Rice mengaku tetap bangga terhadap pencapaian Arsenal yang mampu melangkah hingga final Liga Champions musim ini.
Menurutnya, perjalanan tim sepanjang musim tetap layak diapresiasi meski gagal mengangkat trofi Eropa.
Kekalahan di final Liga Champions terjadi hanya sepekan setelah Arsenal meraih gelar Premier League pertama sejak musim 2003/2004.
Rice menilai musim yang dijalani Arsenal tetap luar biasa karena tim berhasil kembali menjadi juara Liga Inggris setelah penantian selama 22 tahun.
Ia mengatakan, "Musim yang luar biasa! Saya sangat kecewa, tetapi saya juga mencoba melihat semuanya secara lebih utuh, mengingat dari mana kami memulai perjalanan ini pada Juli lalu dan di mana posisi kami sekarang. Kami akan kembali."
Rice juga memberikan dukungan penuh kepada Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes yang gagal mengeksekusi penalti pada final tersebut.
Ia menegaskan kedua pemain tersebut tetap mendapat dukungan dari seluruh anggota tim.
Rice mengatakan, "Kami mencintai mereka dan kami selalu mendukung mereka. Hal seperti ini memang terjadi dalam sepak bola. Mereka bukan pemain pertama dan juga bukan yang terakhir yang gagal mengeksekusi penalti di final. Tanpa mereka berdua, kami juga tidak akan memenangkan Liga Inggris."
Kemenangan di Budapest membuat PSG meraih gelar Liga Champions kedua sekaligus mempertahankan status sebagai juara Eropa.
Sementara itu, Arsenal kembali harus menunda ambisi meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
- Penulis :
- Gerry Eka





