
Pantau - Rute Cardoso, istri mendiang pesepak bola Diogo Jota, mengirimkan surat penuh haru kepada kapten Timnas Skotlandia Andy Robertson menjelang Piala Dunia 2026 sebagai bentuk apresiasi karena terus menjaga kenangan dan mimpi suaminya.
Surat tersebut dikirim setelah Cardoso menyaksikan wawancara Robertson yang mengaku tidak bisa melupakan Diogo Jota karena keduanya memiliki mimpi yang sama untuk tampil di Piala Dunia 2026.
Dalam suratnya, Cardoso menyampaikan bahwa Jota akan selalu menyertai perjalanan Robertson bersama Timnas Skotlandia di turnamen tersebut.
Pesan Menyentuh untuk Robertson
Cardoso menulis bahwa ia tersentuh setelah mendengar pernyataan Robertson mengenai mendiang Jota dan perjuangan Skotlandia yang berhasil lolos ke Piala Dunia setelah penantian panjang.
"Ketika aku mendengar kata-katamu. Dan setelah mengetahui apa yang kamu rasakan pada hari itu ketika Skotlandia lolos ke Piala Dunia setelah bertahun-tahun menunggu, aku menyadari bahwa Diogo tidak pernah benar-benar meninggalkan lapangan," tulis Cardoso.
Ia juga menegaskan bahwa mimpi Jota akan terus hidup melalui langkah Robertson di panggung sepak bola dunia.
"Dengan meraih momen itu dan mengamankan tempatmu di Piala Dunia, kamu tidak akan pergi sendirian; kamu akan membawa mimpinya bersamamu," ungkapnya.
Cardoso menambahkan, "Dan ketika kamu melangkah ke lapangan, aku tahu bukan hanya kamu yang akan berjalan keluar; Diogo akan bersamamu dalam pikiranmu, dalam langkahmu, dalam hatimu."
Robertson Janji Bawa Mimpi Jota
Robertson mengaku sangat tersentuh menerima surat tersebut dan berjanji akan terus mengenang sahabatnya itu.
Ia mengatakan kenangan tentang Jota akan selalu hadir dalam setiap langkah kariernya, termasuk saat tampil di Piala Dunia 2026.
"Dia selalu ada. Dia selalu menjadi sesuatu yang kami pikirkan. Kenangan itu selalu menjadi sesuatu yang kami bicarakan dan terkadang kami tertawa, terkadang kami menangis," kata Robertson.
Pemain yang juga pernah menjadi rekan Jota di Liverpool itu menegaskan dirinya akan membawa mimpi sang sahabat ke turnamen terbesar sepak bola dunia.
"Saya tahu dia akan selalu ada di benak saya ketika saya melangkah keluar di Piala Dunia. Dan, ya, saya tidak hanya bermain untuk diri saya sendiri - saya bermain untuk kami berdua," ujarnya.
Kisah haru tersebut menjadi salah satu momen emosional menjelang Piala Dunia 2026 yang memperlihatkan kuatnya persahabatan dan kenangan yang ditinggalkan Diogo Jota bagi orang-orang terdekatnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





