
Pantau - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan komitmen PSSI dalam membangun fondasi sepak bola putri Indonesia dengan memberikan dukungan penuh kepada tim nasional putri, termasuk hadir langsung menyaksikan laga Indonesia melawan Kamboja pada ajang Women's Garuda Championship Series 2026 di Stadion Arcamanik, Bandung, Selasa (9/6/2026) pukul 15.30 WIB.
Erick Thohir yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga datang ke Bandung menggunakan Whoosh sebagai bentuk dukungan langsung kepada skuad Garuda Pertiwi.
Pembangunan Sepak Bola Putri Butuh Kesabaran
Erick menilai pembangunan sepak bola putri merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan waktu serta dukungan berkelanjutan dari seluruh pihak.
"Proses ini tentu membutuhkan waktu dan kesabaran, tetapi dukungan kita tidak boleh putus. Saya berharap timnas putri bisa tampil lepas, menikmati pertandingan, dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia yang selalu setia mendukung," ungkapnya.
Kehadiran Erick di stadion juga menjadi bagian dari komitmen PSSI untuk tidak membedakan pembinaan sepak bola putra dan putri serta memberikan perhatian yang sama terhadap perkembangan kedua sektor tersebut.
Dukungan langsung dari Ketua Umum PSSI diharapkan mampu menjadi suntikan moral, meningkatkan semangat juang, dan menambah kepercayaan diri para pemain timnas putri Indonesia.
Laga Kamboja Jadi Ajang Evaluasi dan Perebutan Poin FIFA
Sebelum menghadapi Kamboja, timnas putri Indonesia yang dilatih pelatih asal Jepang Satoru Mochizuki lebih dahulu menghadapi Singapura pada 3 Juni 2026 dan kalah dengan skor 0-2.
Menurut Erick, pertandingan melawan Kamboja harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para pemain untuk mengukur kekuatan tim, menilai kesolidan permainan, serta mengevaluasi perkembangan kemampuan setelah hasil kurang memuaskan saat menghadapi Singapura.
"Timnas Putri harus tetap percaya diri dan terus berjuang. Ini adalah laga yang harus dimanfaatkan oleh tim untuk mengukur kekuatan dan kesolidan secara menyeluruh. Kekalahan sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi dan motivasi untuk bangkit lebih kuat, serta menampilkan performa yang jauh lebih baik," ujarnya.
Selain menjadi sarana evaluasi, laga melawan Kamboja juga memiliki nilai strategis karena berpeluang menambah poin FIFA dan memperbaiki posisi Indonesia di peringkat dunia.
Saat ini timnas putri Indonesia menempati peringkat ke-110 FIFA dengan total 1.164,95 poin.
PSSI berharap pembangunan fondasi sepak bola putri yang dilakukan secara berkelanjutan dapat melahirkan tim nasional yang lebih kompetitif, meningkatkan prestasi di tingkat regional maupun internasional, serta menciptakan regenerasi pemain putri yang kuat untuk masa depan sepak bola Indonesia.
- Penulis :
- Leon Weldrick





