billboard mobile
HOME  ⁄  Sepakbola

Pelatih Bosnia Tegaskan Timnya Belum Menyerah Kejar Tiket Fase Gugur Piala Dunia 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pelatih Bosnia Tegaskan Timnya Belum Menyerah Kejar Tiket Fase Gugur Piala Dunia 2026
Foto: (Sumber :Pemain Timnas Bosnia-Herzegovina merayakan keberhasilan mereka mengalahkan Timnas Wales melalui adu tendangan penalti pada semifinal play-off jalur A Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Stadion Cardiff City, Cardiff, Kamis (26/3/2026) waktu setempat. uefa.com.)

Pantau - Pelatih timnas Bosnia dan Herzegovina Sergej Barbarez menegaskan timnya belum menyerah untuk lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026 meski kalah telak 1-4 dari Swiss pada laga kedua Grup B, Jumat, yang membuat Bosnia kini hanya mengoleksi satu poin dari dua pertandingan.

Bosnia Masih Punya Peluang Lolos

Barbarez mengatakan Bosnia masih memiliki kesempatan untuk melaju ke babak berikutnya jika mampu meraih kemenangan pada pertandingan terakhir grup melawan Qatar.

“Kami masih memiliki pertandingan ketiga dan belum ada yang hilang. Kami harus memenanginya, tentu saja, bila ingin melangkah lebih jauh. Kekalahan ini sangat berat bagi kami, tetapi saya tidak suka mengeluh,” ujar Barbarez usai pertandingan melalui laman FIFA.

Kekalahan dari Swiss menempatkan Bosnia dalam posisi sulit sehingga kemenangan atas Qatar menjadi syarat utama untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.

Gol Swiss dan Kartu Merah Jadi Titik Balik

Bosnia sempat memberikan perlawanan sengit dan mampu menahan imbang Swiss hingga menit ke-74 sebelum pemain pengganti Johan Manzambi mencetak gol pembuka hanya tiga menit setelah masuk ke lapangan.

Barbarez menilai timnya tampil lebih baik sebelum jeda hidrasi pada babak kedua dan mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

“Kami adalah tim yang lebih baik sebelum jeda hidrasi. Kami memiliki dua atau tiga peluang luar biasa yang seharusnya berakhir menjadi gol. Kami mengontrol pertandingan dan melakukan banyak tekanan,” kata Barbarez.

Menurut Barbarez, gol pertama Swiss berasal dari kesalahan individu yang seharusnya dapat dihindari oleh timnya.

“Gol itu seharusnya tidak terjadi. Gol tersebut berasal dari kesalahan individu dan kemudian kami mendapatkan kartu merah. Bahkan tim yang jauh lebih berpengalaman pun bisa terpengaruh oleh situasi seperti itu,” lanjutnya.

Situasi Bosnia semakin sulit setelah bek Tarik Muharemovic menerima kartu merah enam menit setelah gol pembuka Swiss sehingga timnya harus bermain dengan 10 pemain.

Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Swiss untuk menambah tiga gol melalui Ruben Vargas, Johan Manzambi, dan penalti Granit Xhaka.

Bosnia hanya mampu membalas satu gol melalui Ermin Mahmic pada masa injury time sehingga pertandingan berakhir dengan skor 4-1 untuk kemenangan Swiss.

Penulis :
Aditya Yohan
Kemenkeu 2026