HOME  ⁄  Sepakbola

Thomas Tuchel Akui Inggris Kesulitan Tembus Pertahanan Ghana pada Piala Dunia 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Thomas Tuchel Akui Inggris Kesulitan Tembus Pertahanan Ghana pada Piala Dunia 2026
Foto: (Sumber : Kwasi Sibo (8) dari Ghana bereaksi setelah pertandingan Grup L babak pertama Piala Dunia FIFA 2026 antara Inggris dan Ghana di Stadion Gillette (Stadion Boston) di Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat pada 23 Juni 2026. (ANTARA/Abdülhamid Hoşbaş - Anadolu Agency / pri.).)

Pantau - Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel mengakui timnya mengalami kesulitan membongkar pertahanan rapat Ghana setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion Boston, Rabu.

Hasil imbang tersebut membuat Inggris gagal memanfaatkan dominasi permainan untuk meraih kemenangan meski tetap memimpin klasemen sementara Grup L dengan koleksi empat poin.

Pertahanan Disiplin Ghana Bikin Inggris Buntu

Tuchel memberikan pujian kepada Ghana yang dinilainya tampil sangat disiplin dan kuat secara fisik sepanjang pertandingan.

“Pujian untuk mereka. Saya jarang melihat performa fisik seperti itu dari sebuah tim. Mereka bertahan sangat dalam dengan 10 pemain sehingga menyulitkan kami. Mereka sangat disiplin dan sangat kuat secara fisik di setiap posisi, jadi kami membutuhkan waktu untuk menembus pertahanan itu dan menemukan ritme permainan,” ungkap Tuchel usai pertandingan.

Inggris mendominasi jalannya laga dengan penguasaan bola mencapai 79 persen dan melepaskan 19 tembakan.

Namun, kokohnya lini pertahanan Ghana membuat Harry Kane dan rekan-rekannya gagal mencetak gol hingga peluit akhir dibunyikan.

“Semua menjadi tanggung jawab kami untuk menemukan ritme permainan. Pada saat yang sama, kami harus berhati-hati agar tidak kebobolan lewat serangan balik,” ujarnya.

Inggris Gagal Menang Meski Ciptakan Banyak Peluang

Menurut Tuchel, strategi bertahan yang diterapkan Ghana menjadi faktor utama yang menggagalkan Inggris meraih tiga poin.

“Mereka merayakan hasil 0-0 seperti sebuah kemenangan. Itu menunjukkan perbedaan pendekatan kedua tim dan saya menghormatinya,” kata Tuchel.

Pelatih asal Jerman tersebut tetap melihat perkembangan positif dari timnya terutama setelah sejumlah pemain pengganti masuk pada babak kedua.

“Kami membutuhkan waktu untuk menemukan ritme pada babak kedua. Para pemain pengganti membantu dan ketika kelelahan mulai dirasakan lawan, kami menciptakan semakin banyak peluang seiring berjalannya pertandingan. Namun, kami tidak mampu mencetak gol,” ujarnya.

Meski hanya meraih satu poin, Inggris masih berada di puncak klasemen Grup L dan wajib meraih hasil positif saat menghadapi Panama pada laga terakhir untuk memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Penulis :
Aditya Yohan