HOME  ⁄  Sepakbola

Achraf Hakimi Sebut Perubahan Pola Pikir Jadi Kunci Maroko Bangkit dan Lolos ke Babak 32 Besar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Achraf Hakimi Sebut Perubahan Pola Pikir Jadi Kunci Maroko Bangkit dan Lolos ke Babak 32 Besar
Foto: (Sumber : Pemain Maroko Gessime Yassine dan Achraf Hakimi merayakan gol keempat Maroko saat mengalahkan Haiti dalam pertandingan Grup C Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Georgia, Amerika Serikat, pada 24 Juni 2026. (Getty Images via AFP/KEVIN C. COX))

Pantau - Bek tim nasional Maroko Achraf Hakimi menegaskan perubahan pola pikir menjadi faktor utama kebangkitan timnya saat membalikkan keadaan untuk mengalahkan Haiti 4-2 pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026, Kamis WIB, sekaligus memastikan tiket ke babak 32 besar.

Hakimi Soroti Perubahan Mental Tim

Hakimi mengakui Maroko sempat kesulitan sejak awal pertandingan sebelum mampu bangkit setelah melakukan penyesuaian mental dan meningkatkan intensitas permainan.

Ia mengungkapkan, "Ini pertandingan yang rumit dan sulit. Kami tidak memulainya dengan baik, tetapi kami mengubah pola pikir dan bekerja keras untuk kembali ke dalam pertandingan."

Menurut Hakimi, arahan pelatih saat jeda babak pertama menjadi titik balik penampilan Maroko.

Ia mengatakan, "Pada babak pertama, pesannya adalah tetap fokus memenangkan bola-bola kedua. Kami tidak boleh membiarkan mereka semakin percaya diri."

Maroko sempat tertinggal dua kali dalam pertandingan setelah gol bunuh diri kiper Yassine Bono pada menit ke-10 dan gol jarak jauh Isidor pada menit ke-43.

Hakimi menyamakan kedudukan pada menit ke-39, sementara Selim Amallah Saibari mencetak gol penyama skor menjelang turun minum.

Intensitas Permainan Berbuah Kemenangan

Pada babak kedua, Maroko meningkatkan tekanan hingga akhirnya memastikan kemenangan melalui gol Soufiane Rahimi pada menit ke-78 dan Gessime Yassine pada menit ke-89.

Gelandang Maroko Bilal El Khannouss menilai timnya sempat kehilangan kontrol dalam duel-duel penting sehingga memberikan kepercayaan diri kepada Haiti.

Ia mengatakan, "Pada beberapa momen kami kurang rendah hati dan kami harus membayar harganya. Kami tidak sepenuhnya berkomitmen dalam duel-duel perebutan bola, memberi mereka kepercayaan diri."

El Khannouss menambahkan pelatih meminta seluruh pemain tampil lebih agresif setelah turun minum.

Ia mengungkapkan, "Saat turun minum, pelatih mengatakan kami harus lebih agresif, memenangkan bola-bola kedua dan menghadirkan intensitas yang lebih besar dalam permainan menyerang."

Kemenangan tersebut memastikan Maroko finis sebagai runner-up Grup C dan melaju ke babak gugur Piala Dunia 2026, sedangkan Haiti mengakhiri penampilannya di turnamen dengan mencetak dua gol pada laga terakhir.

Penulis :
Ahmad Yusuf