HOME  ⁄  Sepakbola

Timnas Tanjung Verde Cetak Sejarah Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Timnas Tanjung Verde Cetak Sejarah Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Foto: (Sumber :Para pemain tim nasional Tanjung Verde berselebrasi merayakan kelolosan ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi dalam laga pemungkas Grup H di Stadion NRG, Houston, Texas, Amerika Serikat, Jumat (26/6/2026) waktu setempat. AFP/Ronaldo Schemidt.)

Pantau - Tim nasional Tanjung Verde mencatat sejarah dengan memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi pada laga terakhir Grup H di Stadion NRG, Houston, Amerika Serikat, Sabtu WIB.

Debutan Lolos ke Fase Gugur

Hasil imbang 0-0 membuat Tanjung Verde mengakhiri fase grup di peringkat kedua klasemen Grup H dengan koleksi tiga poin dari tiga pertandingan.

Tanjung Verde unggul atas Uruguay yang turun ke posisi ketiga setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada pertandingan lainnya sehingga hanya mengumpulkan dua poin.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi Tanjung Verde yang menjalani debut di putaran final Piala Dunia.

Pertahanan Kokoh Jadi Kunci

Sepanjang fase grup, Tanjung Verde tampil konsisten dengan mengandalkan lini pertahanan yang solid.

Tim tersebut mengawali turnamen dengan menahan imbang Spanyol 0-0, kemudian bermain 2-2 melawan Uruguay, sebelum kembali meraih hasil imbang tanpa gol saat menghadapi Arab Saudi.

Berdasarkan catatan FIFA, Tanjung Verde tampil lebih agresif pada laga terakhir dengan melepaskan 15 tembakan, meski hanya dua yang tepat sasaran.

Arab Saudi hanya mencatatkan tujuh percobaan tembakan dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang.

Tanjung Verde juga unggul dalam jumlah umpan silang dengan 19 kali dibandingkan 12 milik Arab Saudi serta mencatat 26 pelanggaran, lebih sedikit dibandingkan Arab Saudi yang melakukan 33 pelanggaran.

Sementara itu, Arab Saudi harus mengakhiri turnamen di posisi juru kunci Grup H dengan dua poin dari tiga pertandingan dan gagal mengulang pencapaian lolos ke fase gugur seperti pada Piala Dunia 1994.

Penulis :
Aditya Yohan