HOME  ⁄  Sepakbola

Pencapaian Mayoritas Wakil Asia Dinilai Jadi Ironi Besar di Piala Dunia 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pencapaian Mayoritas Wakil Asia Dinilai Jadi Ironi Besar di Piala Dunia 2026
Foto: (Sumber:Pesepakbola Swedia Victor Nilsson Lindelof (kanan) berebut bola dengan pesepakbola Jepang Ritsu Doan (kiri) dalam pertandingan Grup F Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Dallas, Dallas, Amerika Serikat, Kamis (25/6/2026) waktu setempat. Swedia bermain imbang 1-1 melawan Jepang.)

Pantau - Mayoritas tim Asia dinilai mencatat pencapaian yang mengecewakan pada Piala Dunia 2026 meski kuota peserta bertambah dari 32 menjadi 48 tim, dengan hanya Jepang dan Australia yang berhasil lolos ke babak 32 besar dari total sembilan wakil Asia.

Dengan format baru tersebut, Asia memperoleh delapan tiket langsung ke putaran final serta satu tiket melalui playoff antarbenua yang diraih Irak setelah mengalahkan Bolivia pada 1 April 2026.

Secara keseluruhan, pencapaian Asia disebut lebih buruk dibandingkan Piala Dunia 2022 ketika Jepang, Korea Selatan, dan Australia mampu menembus fase gugur.

Mayoritas Wakil Asia Gagal Lolos

Iran hampir menyusul Jepang dan Australia ke babak 32 besar, namun gagal lolos meski menyelesaikan fase grup tanpa kekalahan.

Penulis menyebut kegagalan Iran dipengaruhi faktor keberuntungan.

Pelatih Iran Amir Ghalenoei mengungkapkan timnya merupakan pihak yang paling dirugikan, khususnya oleh Amerika Serikat.

Korea Selatan juga dinilai tampil konsisten dengan permainan menyerang, tetapi bersama Iran gagal masuk delapan besar klasemen tim peringkat ketiga terbaik sehingga harus tersingkir.

Penulis menilai Iran dan Korea Selatan tidak bermain buruk, melainkan kurang beruntung.

AFC Didorong Melakukan Evaluasi

Artikel menilai Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) perlu mengevaluasi rendahnya tingkat keberhasilan wakil Asia meski memperoleh tambahan kuota peserta.

Sebanyak 43,75 persen tim yang gagal mencapai fase gugur berasal dari Asia.

Sekitar 78 persen atau lebih dari tiga perempat wakil Asia juga gagal lolos ke babak knockout.

Asia hanya mencatat hasil lebih baik dibandingkan Concacaf yang seluruh wakil non-tuan rumah, yakni Haiti, Panama, dan Curacao, gagal melaju ke fase gugur.

Dari Amerika Selatan, hanya Uruguay yang gagal lolos ke babak gugur.

Dari Eropa, tim yang tersingkir pada fase grup adalah Skotlandia, Turki, dan Republik Ceko.

Afrika mencatat hasil lebih baik dengan hanya Tunisia yang gagal lolos sehingga 90 persen dari 10 wakilnya berhasil melewati fase grup.

Artikel juga mencatat hampir separuh tim yang finis sebagai juru kunci grup berasal dari Asia, yakni Qatar, Arab Saudi, Irak, Yordania, dan Uzbekistan.

Selain itu, tiga dari enam tim yang selalu kalah pada seluruh pertandingan fase grup juga berasal dari Asia, yaitu Irak, Yordania, dan Uzbekistan.

Artikel menyimpulkan bahwa berdasarkan berbagai indikator, mayoritas tim Asia tampil kurang atraktif dan belum cukup kompetitif untuk bersaing di Piala Dunia 2026.

Penulis :
Gerry Eka