HOME  ⁄  Sepakbola

Pelatih Afrika Selatan Bangga Meski Timnya Tersingkir pada Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pelatih Afrika Selatan Bangga Meski Timnya Tersingkir pada Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Foto: (Sumber :Hugo Broos (kanan), pelatih kepala Afrika Selatan berbicara pada konferensi pers di Piala Dunia FIFA 2026 di Los Angeles, Amerika Serikat, 27 Juni 2026. ANTARA/Xinhua/Bai Xefei.)

Pantau - Pelatih tim nasional Afrika Selatan Hugo Broos mengaku dilanda perasaan campur aduk setelah timnya tersingkir pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai kalah 0-1 dari Kanada, namun tetap bangga karena berhasil membawa tim lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya.

Perjalanan Afrika Selatan berakhir di Los Angeles Stadium setelah Stephen Eustaquio mencetak gol penentu kemenangan Kanada pada babak tambahan waktu.

Hugo Broos Akui Keunggulan Kanada

"Ini pertandingan yang sulit, tetapi saya sudah tahu karena saya telah menganalisis lawan. Mereka memiliki kekuatan dan kecepatan. Kami berharap menemukan cara untuk menghadapinya, tetapi kenyataannya tidak selalu demikian," ungkap Hugo Broos dalam konferensi pers usai pertandingan.

Broos yang berusia 74 tahun 79 hari juga tercatat sebagai pelatih tertua yang memimpin sebuah tim pada pertandingan fase gugur Piala Dunia FIFA.

"Anda bisa melihat beberapa situasi dalam pertandingan di mana kami tidak mampu mengimbangi, dan dalam duel satu lawan satu, kami terkadang kalah, atau hampir selalu kalah. Kami harus meningkatkan kekuatan dan kecepatan di Afsel," katanya.

Tetap Bangga dengan Perjalanan Bersejarah

Afrika Selatan membuka turnamen dengan kekalahan 0-2 dari Meksiko sebelum bermain imbang 1-1 melawan Ceko dan mengalahkan Korea Selatan 1-0 untuk finis sebagai runner-up Grup A sekaligus lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.

"Saya tidak memiliki keluhan apa pun mengenai mentalitas, tetapi saya rasa kami bisa mengenang turnamen ini dengan kebahagiaan karena kami berhasil mencapai babak 32 besar. Saya rasa tidak ada yang berekspektasi begitu sebelum turnamen dimulai," ungkap Broos.

"Saat ini rasanya menyakitkan karena kami ingin menang hari ini. Kekalahan ini mengecewakan, dan suasana di ruang ganti sekarang sangat sunyi," ujarnya.

"Namun, di sisi lain, kami harus jujur. Kami tampil sangat baik di Piala Dunia pertama kami dalam 16 tahun. Kami berhasil lolos ke babak 32 besar," katanya.

Penulis :
Aditya Yohan