
Pantau - Gelandang Timnas Australia Jackson Irvine mengungkapkan kekecewaannya setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026 akibat kalah adu tendangan penalti melawan Mesir pada babak 32 besar yang berlangsung Jumat waktu setempat.
Irvine Sebut Kekalahan Adu Penalti Sangat Menyakitkan
"Kalah lewat adu penalti itu menyakitkan," ungkap Irvine, dikutip dari laman resmi FIFA, Sabtu (4/7/2026).
"Tetapi siapa pun yang memiliki keberanian untuk maju dan mengambil bola itu setelah bermain selama 120 menit atau berapa pun durasi pertandingannya, menunjukkan keteguhan hati yang luar biasa," ujarnya.
Australia harus mengakhiri langkahnya di babak 32 besar setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit sebelum kalah 2-4 dalam adu tendangan penalti dari Mesir.
The Socceroos sempat tertinggal melalui gol Emam Ashour sebelum menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Mohamed Hany.
Australia gagal memenangkan adu penalti setelah Harry Souttar dan Lucas Harrington tidak mampu menjalankan tugas sebagai eksekutor.
Minta Dukungan untuk Rekan Setim
Irvine berharap kegagalan dua penendang Australia tidak membuat keduanya menjadi sasaran kritik dan justru tetap mendapatkan dukungan dari publik.
"Saya berharap semua orang tetap mendukung mereka dan memberikan dukungan penuh. Sejak awal kami sudah mengatakan bahwa kami memiliki tim juara... kekuatan kami terletak pada tim ini," ungkapnya.
Kekalahan tersebut membuat Australia kembali gagal meraih kemenangan pada fase gugur Piala Dunia, setelah sebelumnya juga tersingkir pada edisi 2006 saat kalah 1-2 dari Italia dan pada 2022 setelah takluk 1-2 dari Argentina.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





