
Pantau - Pelatih tim nasional Ghana Carlos Queiroz mengaku belum memikirkan masa depannya setelah timnya tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai kalah 0-1 dari Kolombia di Stadion Arrowhead, Kansas City, Amerika Serikat.
Queiroz Fokus Beristirahat Setelah Kekalahan
Queiroz mengatakan akan lebih dulu beristirahat sebelum menentukan langkah selanjutnya setelah kegagalan Ghana melaju ke babak 16 besar.
"Yang akan saya lakukan sekarang adalah minum segelas air dan beristirahat, memulihkan diri untuk menyambut hari berikutnya, lalu mulai memikirkan keputusan-keputusan selanjutnya," ungkap Queiroz.
Pelatih asal Portugal itu baru menangani Ghana sejak 13 April 2026 menggantikan Otto Addo.
Meski memiliki waktu persiapan yang singkat, Queiroz berhasil membawa Ghana lolos dari fase grup dengan catatan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
Piala Dunia 2026 juga menjadi pencapaian tersendiri bagi Queiroz karena menjadi pelatih kedua yang menangani tim pada lima putaran final Piala Dunia secara beruntun setelah Bora Milutinovic.
Sebelumnya, Queiroz melatih Portugal pada Piala Dunia 2010 serta Iran pada edisi 2014, 2018, dan 2022.
Tetap Apresiasi Perjuangan Ghana
Queiroz juga mencatat rekor sebagai pelatih tertua yang memimpin tim meraih kemenangan di putaran final Piala Dunia saat Ghana mengalahkan lawannya pada fase grup dalam usia 73 tahun 108 hari.
Meski gagal melaju ke babak berikutnya, ia tetap mengapresiasi perjuangan Jordan Ayew dan rekan-rekannya yang terus memberikan perlawanan hingga akhir pertandingan.
Ghana harus mengakhiri langkah di babak 32 besar setelah kebobolan gol tunggal Jhon Arias pada menit ke-14.
Sementara itu, Kolombia memastikan tiket ke babak 16 besar dan akan menghadapi Swiss di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, pada Rabu (8/7).
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan





