
Pantau - Kekalahan Timnas Brasil dari Norwegia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu evaluasi besar-besaran dari sejumlah media Brasil yang menyoroti berakhirnya harapan Selecao meraih gelar dunia keenam serta menilai performa tim di bawah pelatih Carlo Ancelotti.
Media Kritik Penampilan Brasil dan Ancelotti
O Globo menyebut kekalahan tersebut sebagai "akhir dari mimpi meraih hexa", merujuk pada pupusnya harapan Brasil meraih gelar Piala Dunia keenam.
Media itu juga menilai debut Carlo Ancelotti di Piala Dunia sebagai pelatih Brasil berakhir lebih cepat dari harapan setelah tim gagal melewati babak 16 besar.
O Globo mencatat Brasil hanya menguasai 32 persen penguasaan bola saat menghadapi Norwegia, yang menjadi angka terendah Selecao dalam laga Piala Dunia sejak pencatatan statistik dimulai pada 1966.
Folha de S.Paulo mengungkapkan, "Brasil tersingkir, dan mimpi itu pun sirna."
Media tersebut juga menyoroti dua gol Erling Haaland yang membawa Norwegia menyingkirkan Brasil serta menyebut laga itu sebagai momen yang sangat memilukan bagi Neymar, yang diyakini telah memainkan pertandingan Piala Dunia terakhirnya pada usia 34 tahun.
UOL Soroti Taktik dan Rekor Buruk Brasil
UOL menilai kegagalan bersama tim nasional menjadi salah satu catatan terburuk dalam perjalanan karier Carlo Ancelotti setelah berbagai kesuksesan yang diraihnya di level klub Eropa.
Kolumnis UOL Mauro Cezar Pereira mengungkapkan, "Sebuah eliminasi yang ditentukan oleh pilihan-pilihan sang pelatih. Mulai dari sudut pandang strategis hingga keputusan untuk kembali bermain tanpa menguasai bola."
Pereira juga menyoroti fakta bahwa Brasil tersingkir oleh tim-tim Eropa dalam enam edisi Piala Dunia secara beruntun sejak 2006.
Sementara itu, Gazeta Esportiva menyoroti kegagalan Bruno Guimaraes mengeksekusi penalti pada babak pertama yang membuatnya menjadi pemain Brasil pertama yang gagal mencetak gol dari titik penalti pada waktu normal Piala Dunia sejak Zico pada 1986.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





