
Pantau - Gelandang tim nasional Portugal Bruno Fernandes menegaskan timnya tidak boleh kehilangan keyakinan untuk menjadi juara dunia meski tersingkir setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Selasa.
Kekalahan tersebut membuat Portugal kembali gagal meraih gelar Piala Dunia setelah sembilan kali tampil pada putaran final dengan pencapaian terbaik menempati peringkat ketiga pada edisi 1966.
Bruno Fernandes Tetap Percaya pada Kualitas Tim
Bruno Fernandes mengaku kecewa karena Portugal datang ke Piala Dunia 2026 dengan target menjadi juara.
"Tentu kami sedih. Kami datang ke sini dengan satu tujuan, yaitu menjadi juara dunia. Tidak mungkin kami merasa puas setelah gagal mencapainya. Saya tetap yakin tim ini punya kualitas untuk menjuarai turnamen, tetapi kami tidak boleh kehilangan keyakinan," ungkap Bruno Fernandes dikutip dari laman resmi FIFA, Rabu.
Bek Portugal Ruben Dias juga menilai timnya telah memberikan seluruh kemampuan meski gagal memanfaatkan peluang yang diperoleh sepanjang pertandingan.
"Kami sudah memberikan segalanya, tetapi itu belum cukup. Ini salah satu pertandingan paling ketat melawan Spanyol sejak saya bergabung di tim nasional. Kami memiliki beberapa peluang, tetapi gagal mencetak gol. Sayangnya keberuntungan tidak berpihak kepada kami," ujarnya.
Ronaldo Akhiri Perjalanan di Piala Dunia
Laga melawan Spanyol menjadi penampilan terakhir Cristiano Ronaldo di ajang Piala Dunia setelah sebelumnya mengumumkan edisi 2026 sebagai turnamen terakhirnya.
"Begitulah hidup seorang pesepak bola. Kadang menang, kadang kalah. Ini memang Piala Dunia terakhir saya. Sekarang saya ingin menghabiskan waktu bersama keluarga sebelum mengambil keputusan apa pun," ungkap Ronaldo.
Ronaldo menutup karier Piala Dunianya dengan koleksi tiga gol serta menjadi pencetak gol terbanyak Portugal sepanjang sejarah di ajang tersebut dan pemain pertama yang mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia berbeda.
Portugal kini akan mulai mempersiapkan generasi baru menuju Piala Dunia 2030 ketika negara tersebut menjadi salah satu tuan rumah dengan harapan mampu meraih gelar juara di hadapan pendukung sendiri.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





