HOME  ⁄  Sepakbola

Pelatih Maroko Akui Kualitas Prancis Usai Tersingkir 0-2 di Perempat Final Piala Dunia 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pelatih Maroko Akui Kualitas Prancis Usai Tersingkir 0-2 di Perempat Final Piala Dunia 2026
Foto: (Sumber :Pelatih Timnas Maroko Mohamed Ouahbi menyaksikan para pemainnya saat menghadapi Timnas Belanda dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di di Stadion Monterrey, Guadalupe, Meksiko, Senin (29/6/2026) waktu setempat. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nym..)

Pantau - Pelatih tim nasional Maroko Mohamed Ouahbi mengakui kualitas pemain Prancis menjadi faktor penentu kekalahan timnya dengan skor 0-2 pada laga perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Boston, Amerika Serikat, Jumat.

Ouahbi Akui Keunggulan Individu Prancis

Maroko harus mengakhiri langkahnya di Piala Dunia 2026 setelah kebobolan melalui gol Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele pada babak kedua.

Ouahbi menilai timnya sempat mampu bertahan dengan baik pada babak pertama berkat penampilan gemilang kiper Yassine Bounou yang menggagalkan penalti Mbappe.

"Kami harus mengakui bahwa kami menghadapi lawan yang sangat bagus. Kami sangat kesulitan pada babak pertama, dan penyelamatan penalti Bounou membuat kami tetap bertahan dalam pertandingan. Pada babak kedua kami bertahan lebih baik dan lebih tenang saat menguasai bola. Pada akhirnya, itu ditentukan oleh aksi individu luar biasa dari Mbappe," ungkap Ouahbi.

Ia mengaku kecewa dengan hasil tersebut, tetapi menilai para pemain telah memberikan kemampuan terbaik meski menghadapi keterbatasan skuad akibat cedera, absennya sejumlah pemain, dan kelelahan karena padatnya jadwal pertandingan.

Maroko Tetap Optimistis Menatap Masa Depan

Meski gagal melangkah ke semifinal, Ouahbi menegaskan Maroko datang ke Piala Dunia 2026 dengan target menjadi juara.

"Tentu kami ingin menang dan sudah melakukan segalanya, tetapi kami menghadapi lawan yang sangat sulit," ujarnya.

Pelatih berusia 48 tahun itu optimistis perkembangan sepak bola Maroko akan terus berlanjut apabila proses pembinaan tetap dijaga.

"Banyak orang melihat diri mereka pada tim ini, dan kami akan terus bekerja untuk memenangkan gelar di masa depan," tuturnya.

Ouahbi juga menegaskan perjuangan timnya tidak hanya mewakili Maroko, tetapi turut membawa harapan masyarakat negaranya serta banyak pendukung dari Asia dan Afrika.

Penulis :
Aditya Yohan