HOME  ⁄  Sepakbola

Empat Mantan Juara Dunia Berebut Tiket Final Piala Dunia 2026, Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina Siap Bentrok

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Empat Mantan Juara Dunia Berebut Tiket Final Piala Dunia 2026, Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina Siap Bentrok
Foto: Pendukung Timnas Argentina memegang bendera saat menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Swiss pada acara nonton bareng Bola Gembira yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh di halaman stadion Lhong Raya, Banda Aceh, Aceh, Minggu (12/7/2026).

Pantau - Piala Dunia 2026 menyisakan empat semifinalis yang seluruhnya pernah meraih gelar juara dunia, yakni Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina, dengan semifinal pertama mempertemukan Prancis melawan Spanyol serta semifinal kedua mempertemukan juara bertahan Argentina menghadapi Inggris.

Keempat tim melaju ke empat besar dengan karakter permainan yang berbeda, yakni Prancis mengandalkan keseimbangan permainan, Spanyol bertumpu pada pertahanan kokoh, Inggris mengandalkan ketangguhan mental, sedangkan Argentina mengusung daya juang tinggi.

Prancis dan Spanyol Andalkan Keseimbangan serta Pertahanan

Prancis, juara dunia 1998 dan 2018, mencapai semifinal setelah mengalahkan Senegal 3-1, Irak 3-0, Norwegia 4-1 pada fase grup, kemudian menundukkan Swedia 3-0 di babak 32 besar, Paraguay 1-0 pada babak 16 besar, dan Maroko 2-0 di perempat final.

Kylian Mbappe menjadi penampil terbaik Prancis dengan koleksi delapan gol dan tiga assist, sementara Ousmane Dembele telah mencetak lima gol.

Prancis menjadi satu-satunya semifinalis yang memenangi seluruh enam pertandingan tanpa melalui babak perpanjangan waktu.

Les Bleus juga mencatatkan 16 gol, hanya kebobolan dua kali, serta membukukan tiga clean sheet beruntun pada fase gugur.

Mbappe dan Dembele menjadi pasangan pertama sejak Ronaldo dan Rivaldo pada Piala Dunia 2002 yang sama-sama mencetak sedikitnya lima gol dalam satu edisi.

Prancis berpeluang mencapai final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah menjadi juara pada 2018 dan runner-up pada 2022.

Sebelum Prancis, hanya Jerman Barat pada 1982, 1986, dan 1990 serta Brasil pada 1994, 1998, dan 2002 yang pernah mencapai tiga final Piala Dunia berturut-turut.

Meski tampil konsisten, Prancis sempat mengalami kesulitan saat menghadapi Paraguay yang bertahan rapat.

Gol kemenangan 1-0 atas Paraguay baru tercipta melalui tendangan penalti Mbappe pada babak kedua.

Spanyol, juara dunia 2010, kembali mencapai semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak meraih gelar tersebut.

La Roja mengawali turnamen dengan hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde sebelum mengalahkan Arab Saudi 4-0, Uruguay 1-0, Austria 3-0, Portugal 1-0, dan Belgia 2-1.

Mikel Oyarzabal menjadi pemain paling menonjol Spanyol dengan torehan empat gol dan satu assist.

Pertahanan menjadi kekuatan utama Spanyol setelah hanya kebobolan satu gol dalam enam pertandingan.

Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Spanyol terjadi ketika menghadapi Belgia.

Kedalaman skuad juga menjadi keunggulan Spanyol setelah Mikel Merino mencetak gol kemenangan sebagai pemain pengganti saat melawan Portugal dan Belgia.

Merino menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak gol kemenangan sebagai pemain pengganti pada dua pertandingan fase gugur berbeda dalam satu edisi.

Namun, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah Spanyol setelah gagal mencetak gol melawan Tanjung Verde serta hanya menang dengan selisih satu gol atas Uruguay, Portugal, dan Belgia.

Inggris dan Argentina Bertumpu pada Mental Juara

Inggris, juara dunia 1966, mencapai semifinal setelah mengalahkan Kroasia 4-2, bermain imbang 0-0 melawan Ghana, menang 2-0 atas Panama, mengalahkan Republik Demokratik Kongo 2-1, menundukkan Meksiko 3-2, dan menaklukkan Norwegia 2-1 melalui babak perpanjangan waktu.

Keberhasilan tersebut membuat Inggris mencapai semifinal Piala Dunia untuk keempat kalinya setelah edisi 1966, 1990, 2018, dan 2026.

Jude Bellingham dan Harry Kane menjadi tumpuan utama lini depan Inggris dengan masing-masing mencetak enam gol.

Keduanya menyumbang 12 dari total 13 gol Inggris sepanjang turnamen.

Inggris menunjukkan mental bertanding yang kuat dengan mampu bangkit dari ketertinggalan saat menghadapi Republik Demokratik Kongo dan Norwegia.

The Three Lions juga mampu mempertahankan keunggulan atas Meksiko meski bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-54.

Meski demikian, konsistensi permainan Inggris masih menjadi perhatian setelah kebobolan enam gol sepanjang turnamen.

Pelatih Thomas Tuchel mengakui timnya masih banyak melakukan kesalahan teknis dan bermain kurang cepat saat menghadapi Norwegia.

Argentina, juara dunia 1978, 1986, dan 2022, melaju ke semifinal setelah mengalahkan Aljazair 3-0, Austria 2-0, Yordania 3-1, Tanjung Verde 3-2 melalui perpanjangan waktu, Mesir 3-2, dan Swiss 3-1 setelah babak tambahan.

Lionel Messi tampil sebagai pemain terbaik Argentina dengan koleksi delapan gol.

Messi juga menyumbangkan assist melalui sepak pojok yang disundul Alexis Mac Allister saat menghadapi Swiss.

Argentina menjadi tim paling produktif di antara empat semifinalis dengan torehan 17 gol.

Tim asuhan Lionel Scaloni juga menunjukkan daya juang tinggi setelah bangkit dari ketertinggalan 0-2 untuk mengalahkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar.

Argentina kini hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk mempertahankan gelar juara dunia.

Jika berhasil, Argentina akan menjadi negara pertama yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962.

Meski memenangkan seluruh enam pertandingan, Argentina dua kali harus menjalani perpanjangan waktu saat menghadapi Tanjung Verde dan Swiss.

Lini pertahanan Argentina juga masih menjadi sorotan setelah kebobolan lima gol dalam tiga pertandingan fase gugur.

Catatan tersebut menunjukkan Argentina masih dapat ditekan apabila lawan mampu melewati tekanan awal dan melancarkan serangan cepat.

Penulis :
Gerry Eka