
Pantau - Bek kanan tim nasional Argentina Gonzalo Montiel menegaskan timnya akan berupaya mengendalikan jalannya pertandingan saat menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (15/7).
Argentina Siap Hadapi Segala Skenario
Montiel mengatakan Argentina lebih memilih menguasai bola dan mengontrol jalannya pertandingan, tetapi tetap siap menghadapi segala kemungkinan jika mendapat tekanan dari Inggris.
"Tentu saja kami lebih memilih untuk menguasai bola dan mengendalikan pertandingan," ungkap Montiel.
Menurut pemain River Plate tersebut, skuad Argentina memiliki banyak pemain berpengalaman yang telah terbukti mampu keluar dari situasi sulit sepanjang turnamen.
Argentina harus berjuang hingga menit ke-111 untuk mengalahkan Tanjung Verde 3-2 pada babak 32 besar.
Tim asuhan Lionel Scaloni juga sempat tertinggal 0-2 sebelum membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2 atas Mesir pada babak 16 besar.
Pada perempat final, Argentina ditahan Swiss 1-1 hingga babak tambahan sebelum akhirnya menang 3-1.
"Jadi, kami sudah melewati masa sulit. Semua pemain menganggap spesial momen mengenakan jersei Argentina," ujar Montiel.
Argentina Kejar Tiket Final dan Pertahankan Gelar
Argentina menjalani latihan dengan kekuatan penuh, termasuk diperkuat Lionel Messi, Lautaro Martinez, Julian Alvarez, Rodrigo De Paul, dan Alexis Mac Allister.
Tim Tango membawa ambisi mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada Piala Dunia 2022 dengan menargetkan kemenangan atas Inggris untuk melaju ke partai final.
Sepanjang sejarah, Argentina dan Inggris telah bertemu 14 kali dengan Inggris meraih enam kemenangan, Argentina tiga kemenangan, dan lima laga lainnya berakhir imbang.
Kemenangan terakhir Argentina atas Inggris di Piala Dunia terjadi pada babak 16 besar edisi 1998 melalui adu penalti 4-3 setelah bermain imbang 2-2.
Salah satu kemenangan paling bersejarah Argentina atas Inggris terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 ketika Diego Maradona mencetak dua gol untuk membawa timnya menang 2-1 sebelum akhirnya menjadi juara dunia.
- Penulis :
- Aditya Yohan





