
Pantau - Absennya tim nasional China dari putaran final Piala Dunia 2026 tidak menyurutkan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola, yang justru semakin terlihat melalui ramainya kompetisi akar rumput, tingginya perhatian terhadap turnamen dunia, serta berkembangnya pembinaan pemain muda di berbagai daerah.
Liga Akar Rumput Jadi Magnet Baru
Masyarakat China tetap mengikuti setiap perkembangan Piala Dunia 2026 melalui berbagai platform media sosial, dengan pembahasan mengenai gol, kontroversi, hingga aksi para pemain bintang yang terus menarik perhatian.
Di saat yang sama, liga sepak bola amatir di berbagai kota berkembang pesat dan menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkompetisi sekaligus mendukung tim daerah masing-masing.
Salah satu kompetisi yang mencuri perhatian adalah Su Super League Jiangsu yang memulai musim baru pada April 2026 dengan menggunakan bola resmi Trionda serta mulai menerapkan teknologi video assistant referee (VAR) untuk meningkatkan standar pertandingan.
Musim sebelumnya, sebanyak 85 pertandingan liga akar rumput berhasil menarik sekitar 2,43 juta penonton di stadion dan disaksikan lebih dari 2,2 miliar kali melalui platform daring.
Pembinaan Pemain Muda Terus Diperkuat
Meski tim nasional senior gagal lolos ke Piala Dunia, pencapaian timnas U-23 China yang menembus final Piala Asia U-23 AFC 2026 menjadi sumber optimisme baru bagi para penggemar.
Banyak pendukung menilai keberhasilan tersebut menjadi awal positif bagi perkembangan sepak bola nasional dan memperkuat keyakinan bahwa pembinaan jangka panjang akan membuahkan hasil.
Berbagai kota di China kini terus memperluas pusat pelatihan pemain muda, menambah jumlah lapangan sepak bola, serta mengirim lebih banyak talenta muda ke luar negeri untuk mengikuti pelatihan dan program pertukaran internasional.
Budaya sepak bola juga semakin berkembang melalui berbagai kegiatan masyarakat dan industri hiburan, termasuk film bertema sepak bola yang turut meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga tersebut.
China menilai kebangkitan sepak bola tidak dapat diraih secara instan, namun pengembangan kompetisi lokal, pembinaan usia muda, serta dukungan masyarakat diyakini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan prestasi di masa mendatang.
- Penulis :
- Aditya Yohan





