
Pantau - Penyerang timnas Inggris Bukayo Saka mengaku bangga menjadi pemain keempat negaranya yang mencetak hattrick di putaran final Piala Dunia setelah tampil gemilang saat membawa Inggris mengalahkan Prancis 6-4 pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Miami, Amerika Serikat.
Tiga gol yang dicetak Saka membuatnya bergabung dengan daftar elite pencetak hattrick timnas Inggris di Piala Dunia bersama Geoff Hurst pada 1966, Gary Lineker pada 1986, dan Harry Kane pada 2018.
Saka Bangga Torehkan Rekor
Saka mengaku sangat menikmati pencapaiannya setelah mengetahui hanya empat pemain Inggris yang mampu mencetak hattrick di putaran final Piala Dunia.
"Rasanya luar biasa. Saya sangat menikmatinya dan tentu ini pencapaian yang hebat. Saya baru diberi tahu bahwa hanya ada empat pemain Inggris yang pernah mencetak hattrick di Piala Dunia. Anda tahu siapa saja mereka. Itu adalah daftar yang sangat elite dan saya bangga bisa menjadi bagian darinya," ungkap Saka.
Pemain Arsenal berusia 24 tahun itu juga menjadi pemain ketiga Inggris yang mampu mencetak sedikitnya tiga gol dalam dua edisi Piala Dunia berbeda setelah Gary Lineker dan Harry Kane.
Inggris Bidik Gelar Juara Berikutnya
Meski puas dengan penampilan pribadinya, Saka mengakui Inggris sebenarnya menargetkan tampil di partai final, bukan hanya memperebutkan posisi ketiga.
"Kami ingin mengakhiri turnamen dengan kuat karena sebagai sebuah tim kami merasa pantas untuk itu. Tentu kami percaya seharusnya bisa melangkah hingga final dan bermain besok, bukan hari ini. Namun kenyataannya kami bermain hari ini dan kami ingin menutup turnamen dengan baik. Saya senang kami berhasil melakukannya," katanya.
Kemenangan atas Prancis memastikan Inggris menutup Piala Dunia 2026 di peringkat ketiga yang menjadi pencapaian terbaik sejak menjuarai edisi 1966 sekaligus hasil terbaik mereka dalam sejarah Piala Dunia yang digelar di luar kandang.
Saka mengatakan pelatih Thomas Tuchel turut memberikan apresiasi kepada seluruh pemain setelah pertandingan.
"Dia mengatakan betapa bangganya dia kepada kami dan bahwa dia akan merindukan kami. Kami juga akan saling merindukan," ungkap Saka.
"Selama enam atau tujuh pekan kami membangun kebersamaan yang luar biasa. Kami meninggalkan turnamen ini dengan rasa bangga atas apa yang kami lakukan hari ini sebagai sebuah tim, dan kami akan fokus untuk menjadi juara pada kesempatan berikutnya," tambahnya.
- Penulis :
- Gerry Eka





