
Pantau - Timnas Indonesia memiliki rekor sangat dominan saat menghadapi Kamboja dengan mencatatkan 17 kemenangan, satu hasil imbang, dan belum pernah menelan kekalahan dalam 18 pertemuan menjelang laga Grup A ASEAN Hyundai Cup atau Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin (27/7) pukul 20.30 WIB.
Pertandingan tersebut menjadi laga perdana bagi Indonesia di turnamen, sedangkan Kamboja datang setelah kalah 1-2 dari Singapura pada pertandingan sebelumnya.
Berdasarkan catatan 11v11, Indonesia telah mencetak 80 gol ke gawang Kamboja atau rata-rata 4,4 gol per pertandingan.
Sementara itu, Kamboja baru mampu mencetak 10 gol ke gawang Indonesia sepanjang sejarah pertemuan kedua tim.
Pertemuan pertama kedua negara terjadi pada ajang South East Asian Games pada 6 Desember 1995 yang berakhir dengan kemenangan telak Indonesia 10-0.
Satu-satunya laga yang gagal dimenangkan Indonesia terjadi pada Kualifikasi Piala Dunia 1998 pada 27 April 1997 ketika kedua tim bermain imbang 1-1.
Setelah hasil tersebut, Tim Garuda selalu meraih kemenangan atas Kamboja, termasuk kemenangan 2-1 pada pertemuan terakhir di Piala AFF 2022 pada 23 Desember 2022.
Meski unggul secara statistik, pelatih timnas Indonesia John Herdman menegaskan timnya tidak memandang remeh Kamboja.
Ia mengungkapkan, “Kamboja adalah tim yang terorganisasi dan sangat disiplin. Mereka akan menjadi lawan yang sulit.”
Herdman menambahkan, “Namun, fokus kami tetap pada timnas Indonesia, identitas permainan kami, koneksi, chemistry, dan semangat tim.”
Laga melawan Kamboja menjadi langkah awal Tim Garuda dalam upaya meraih hasil maksimal di fase grup sekaligus membuka peluang mengakhiri penantian panjang menjadi juara ASEAN.
- Penulis :
- Aditya Yohan



