
Pantau - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan kecewa karena tidak diberi kesempatan membahas proposal baru FIFA mengenai pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) yang memuat rencana penjualan saham turnamen Piala Dunia kepada pihak swasta.
AFC Soroti Tata Kelola dan Transparansi
AFC menyatakan tidak pernah dimintai pendapat terkait proposal tersebut sebelum menjadi perhatian publik.
Dalam pernyataannya, AFC mengatakan, "AFC tidak dimintai pendapat mengenai proposal (FFE) tersebut dan kecewa bahwa masalah sepenting ini menjadi perhatian publik sebelum keluarga AFC diberi kesempatan untuk memeriksa dan mendiskusikannya melalui saluran tata kelola yang tepat dan telah ditetapkan."
AFC menilai upaya mencari pendekatan inovatif untuk memperkuat masa depan sepak bola global merupakan langkah penting.
Namun, konfederasi tersebut menegaskan inisiatif sebesar pembentukan FFE harus berlandaskan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan konsultasi yang bermakna.
AFC juga menyebut keputusan yang berpotensi mengubah masa depan komersial dan keuangan sepak bola harus melibatkan konfederasi, asosiasi anggota, dan pemangku kepentingan lainnya sebelum diajukan kepada badan pengambil keputusan.
FIFA Sebut Proposal Bukan Kewajiban
AFC menegaskan seluruh pemangku kepentingan perlu memperoleh informasi yang memadai dan waktu yang cukup untuk menilai implikasi tata kelola, hukum, komersial, serta strategi dari proposal tersebut.
Konfederasi itu menambahkan proses tersebut penting agar setiap keputusan mencerminkan kepentingan bersama komunitas sepak bola dunia sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap tata kelola FIFA.
Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan pembentukan anak perusahaan swasta untuk mengelola hak komersial kompetisi FIFA masih sebatas usulan.
Ia mengatakan, "FFE sejatinya adalah sebuah proposal, sebuah tawaran. Itu merupakan bagian dari proses demokratis, sebuah proses konsultasi, dan yang terpenting, itu adalah sebuah peluang, bukan kewajiban."
Infantino menilai pembentukan anak perusahaan tersebut dapat menjadi peluang untuk mempercepat pengembangan sepak bola di seluruh dunia, namun menegaskan proposal itu tidak bersifat wajib bagi asosiasi anggota FIFA.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



