
Pantau - Penyerang Real Madrid dan tim nasional Prancis Kylian Mbappe mengkritik meme viral yang menggambarkan dirinya sebagai diktator karena dinilai menunjukkan kurangnya kesadaran politik dan kemanusiaan terhadap isu sensitif.
Mbappe mengakui meme tersebut memiliki sisi humor karena dibuat untuk bersenang-senang, tetapi ia menyoroti penggunaan gambaran diktator yang berkaitan dengan tokoh-tokoh penyebab penderitaan besar dalam sejarah.
"Di satu sisi, saya tahu itu dilakukan dengan cara yang ringan dan tidak dimaksudkan untuk dibawa terlalu jauh, tetapi itu mungkin menunjukkan kurangnya kesadaran politik dan kemanusiaan pada orang-orang," kata Mbappe kepada media Prancis, L'Equipe.
Meme yang beredar di media sosial tersebut menampilkan Mbappe mengenakan seragam militer perwira tinggi, meski asal-usul penggambaran itu belum diketahui secara pasti.
Kemunculan meme tersebut diduga berkaitan dengan keputusan Mbappe menggugat pemilik sebuah kedai kebab pada 2024 karena menggunakan namanya dalam deskripsi sebuah sandwich.
Spekulasi lain mengaitkan meme tersebut dengan besarnya pengaruh Mbappe di Real Madrid dan klub yang sebelumnya ia bela, Paris Saint-Germain (PSG).
Mbappe mengatakan dirinya memahami unsur humor dalam meme itu, tetapi keberatan jika dibandingkan dengan tokoh yang bertanggung jawab atas kematian dan penderitaan jutaan orang.
"Untuk dibandingkan dengan orang-orang yang membunuh orang lain, atau yang telah menyebabkan kesengsaraan bagi jutaan dan jutaan orang. Saya rasa saya tidak pernah melakukan sesuatu seperti itu dalam hidup saya," kata Mbappe.
Mbappe juga menanggapi julukan "Mobutu" yang diberikan rekan setimnya di tim nasional Prancis, Ousmane Dembele.
Julukan tersebut merujuk kepada Mobutu Sese Seko yang memimpin Republik Demokratik Kongo, yang kemudian berganti nama menjadi Zaire, pada periode 1965-1997.
"Ousmane memang berbeda. Dia menemukannya di media sosial! Dia hanya sedang bercanda," kata Mbappe.
Mbappe yang kini berusia 27 tahun telah mencetak lima gol dalam lima pertandingan bersama Real Madrid pada awal musim ini.
Mbappe dijadwalkan kembali memperkuat Real Madrid saat menghadapi Rayo Vallecano pada Minggu (13/9/2026).
- Penulis :
- Gerry Eka




