HOME  ⁄  Sepakbola

Banding Ditolak Pengadilan Tertinggi Prancis, Achraf Hakimi Akan Jalani Sidang Dugaan Pemerkosaan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Banding Ditolak Pengadilan Tertinggi Prancis, Achraf Hakimi Akan Jalani Sidang Dugaan Pemerkosaan
Foto: (Sumber :Bek Paris Saint-Germain (PSG) dan timnas Maroko Achraf Hakimi menggiring bola dalam sebuah pertandingan. (PSG.fr).)

Pantau - Bek Paris Saint-Germain (PSG) dan tim nasional Maroko Achraf Hakimi akan menjalani persidangan terkait dugaan pemerkosaan setelah Pengadilan Kasasi Prancis menolak permohonan bandingnya pada Rabu (23/9/2026).

Berdasarkan laporan The Athletic, Pengadilan Kasasi mengonfirmasi permohonan Hakimi untuk membatalkan proses menuju persidangan telah ditolak.

Hakimi sebelumnya mengajukan banding untuk membatalkan dakwaan pemerkosaan, tetapi permohonan tersebut ditolak Pengadilan Banding Versailles pada 19 Juni 2026.

Pemain berusia 27 tahun itu kemudian membawa perkara tersebut ke Pengadilan Kasasi yang merupakan pengadilan tertinggi dalam sistem peradilan Prancis.

Hakimi membantah tuduhan terhadap dirinya dan kini dijadwalkan menghadapi persidangan di pengadilan pidana Hauts-de-Seine, wilayah di sebelah barat Paris, yang diperkirakan berlangsung pada 2027.

Pengacara Kedua Pihak Buka Suara

Pengacara perempuan yang melaporkan Hakimi, Rachel-Flore Pardo, mengatakan kliennya bertekad mendapatkan keadilan setelah menjalani proses hukum selama tiga setengah tahun.

"Achraf Hakimi akan menjalani persidangan atas dugaan pemerkosaan. Setelah tiga setengah tahun proses hukum, setelah difitnah dan diseret oleh pembelaan Achraf Hakimi, klien saya bertekad mendapatkan keadilan dan akan berjuang sampai akhir," ujar Pardo.

Sementara itu, pengacara Hakimi, Fanny Colin, menegaskan kliennya tetap membantah tuduhan tersebut.

"Tuduhan tersebut akan dibahas dalam persidangan, ketika seluruh bukti yang mendukung pembelaan Hakimi akan dipaparkan secara terbuka dan di hadapan kedua pihak," kata Colin.

"Pak Hakimi, yang tidak menyembunyikan apa pun, telah sepenuhnya bekerja sama dengan polisi dan otoritas peradilan dan akan terus melakukannya selama persidangan mendatang," lanjutnya.

Kasus Bermula dari Dugaan Insiden pada 2023

Kasus tersebut bermula dari dugaan insiden di rumah Hakimi di Boulogne-Billancourt, sebelah barat Paris, pada 25 Februari 2023.

Perempuan yang sebelumnya berkomunikasi dengan Hakimi melalui Instagram menuduh pemain tersebut melakukan tindakan seksual tanpa persetujuannya setelah ia datang ke rumah Hakimi.

Hakimi didakwa melakukan pemerkosaan pada 2 Maret 2023 atau lima hari setelah dugaan insiden tersebut.

Hakimi terakhir memberikan pernyataan terbuka mengenai perkara itu pada 19 Juni 2026 setelah Pengadilan Banding Versailles menolak permohonannya untuk membatalkan dakwaan.

"Saya memilih untuk diam selama bertahun-tahun. Saya berpikir bahwa tetap menjaga martabat, bersabar, dan mempercayai sistem peradilan akan memungkinkan keputusan yang tepat dibuat. Hari ini, sebuah cerita yang bukan milik saya diceritakan dengan mengorbankan keluarga, kehidupan, dan yang terpenting, kebenaran," tulis Hakimi di X.

"Saya telah menunggu persidangan ini sejak hari pertama. Dan sekarang saya menantikannya. Akhirnya, saya akan bisa berbicara," tambahnya.

Di luar proses hukum tersebut, Hakimi tetap memperkuat PSG dan masuk dalam daftar 30 nominasi Ballon d'Or 2026 yang dijadwalkan berlangsung di London pada bulan depan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026