
Pantau - Gelandang Timnas Kroasia Mateo Kovacic optimistis timnya mampu menghentikan catatan 39 pertandingan tanpa kekalahan milik Spanyol saat kedua negara bertemu pada UEFA Nations League 2026/27.
Spanyol dan Kroasia dijadwalkan bertemu pada matchday kedua Grup A3 di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla, Rabu (30/9/2026) dini hari WIB.
Kovacic menilai Kroasia harus berusaha meredam penguasaan bola yang menjadi salah satu kekuatan utama La Roja untuk membuka peluang meraih kemenangan.
"Kami tahu mereka adalah juara dunia dan sudah menjalani 39 pertandingan tanpa kalah. Namun, kami tidak ingin memikirkan hal itu. Kami ingin fokus pada permainan kami, berjuang, dan mencoba menghilangkan senjata terkuat mereka, yaitu bola. Kami ingin menang," kata Kovacic yang dikutip Goal, Senin (28/9/2026).
Kroasia Waspadai Kekuatan Spanyol
Spanyol menghadapi pertandingan tersebut dengan modal kemenangan 3-2 atas Inggris pada laga pembuka UEFA Nations League 2026/27.
Kroasia juga mengawali kompetisi dengan kemenangan setelah menundukkan Republik Ceko 2-1.
Kovacic menyadari Kroasia menghadapi tantangan besar karena menilai Spanyol sebagai salah satu tim terbaik di dunia.
Gelandang Manchester City tersebut menyoroti sejumlah pemain Spanyol seperti Rodri, Pedri, dan Lamine Yamal.
"Saya sangat menikmati menonton Spanyol sebelumnya, dengan banyak pemain hebat. Sulit membandingkannya, tetapi keduanya sangat bagus. Dengan tim yang sekarang, dengan Rodri, Pedri, atau Lamine Yamal, saya sangat menikmati melihat Spanyol bermain," ujar Kovacic.
Kovacic juga memiliki pengalaman menghadapi sejumlah pemain Spanyol, termasuk mantan rekan setimnya di Manchester City, Rodri.
"Kami menghormati semua lawan, terlebih ketika menghadapi juara dunia. Di luar kualitas individu, mereka sangat kuat sebagai sebuah tim," katanya.
Kroasia Andalkan Disiplin dan Rencana Permainan
Kroasia memiliki pengalaman menghadapi Spanyol dalam sejumlah pertandingan besar, termasuk final UEFA Nations League 2022/23.
Dalam laga tersebut, Spanyol menjadi juara setelah mengalahkan Kroasia melalui adu penalti.
Secara head-to-head, Spanyol memiliki keunggulan tujuh kemenangan berbanding tiga atas Kroasia dan memenangi tiga pertemuan kompetitif terakhir.
Kemenangan terakhir Kroasia atas Spanyol terjadi pada UEFA Nations League 2018.
Meski menghadapi catatan tersebut, Kovacic mengatakan Kroasia tidak akan mengubah pendekatan secara berlebihan hanya untuk menghentikan rekor tidak terkalahkan Spanyol.
"Kami tidak akan bermain gila-gilaan. Kami harus fokus pada permainan kami dan bersaing," tutur Kovacic.
- Penulis :
- Aditya Yohan




