HOME  ⁄  Sepakbola

John Herdman Bidik Kemenangan atas Thailand untuk Putus Rekor Buruk Timnas Indonesia

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

John Herdman Bidik Kemenangan atas Thailand untuk Putus Rekor Buruk Timnas Indonesia
Foto: Pelatih kepala Timnas Indonesia John Herdman (kiri) dan pemain Kevin Diks (kanan) berpose pada jumpa pers pra-pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (4/10/2026). Laga ini dihelat Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB. (

Pantau - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman termotivasi memutus catatan buruk skuad Garuda melawan Thailand saat kedua tim bertemu pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB.

Herdman mengakui Thailand memiliki catatan pertemuan lebih baik dibandingkan Indonesia sehingga laga final menjadi kesempatan bagi skuad Garuda untuk membalikkan tren sekaligus merebut trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

"Ya, saya melihat sejarah pertandingan kedua tim. Saya pikir Thailand telah memenangkan cukup banyak pertandingan melawan Indonesia," kata Herdman dalam jumpa pers menjelang pertandingan di SUGBK, Minggu (4/10/2026).

"Jadi, saya yakin mereka akan percaya diri. Mereka memiliki sejarah kemenangan atas Indonesia. Bagi kami, itu merupakan langkah penting yang harus diambil para pemain ini untuk membalikkan tren tersebut," tambah dia.

Indonesia dan Thailand telah bertemu sebanyak 78 kali sejak 1957 dengan Thailand mencatat 37 kemenangan, Indonesia meraih 25 kemenangan, sedangkan pertandingan lainnya berakhir imbang.

Dalam 10 pertemuan terakhir, Indonesia hanya meraih dua kemenangan, sedangkan Thailand mencatat lima kemenangan.

Kemenangan terakhir Indonesia atas Thailand terjadi pada leg pertama final Piala AFF 2016 ketika skuad Garuda menang 2-1 melalui gol Hansamu Yama dan Rizky Pora setelah sebelumnya tertinggal lewat gol Teerasil Dangda.

Herdman Waspadai Fleksibilitas Permainan Thailand

Herdman mengaku telah mempelajari gaya permainan Thailand di bawah asuhan Anthony Hudson yang dinilainya memiliki kemampuan beradaptasi dengan berbagai formasi.

Pelatih asal Inggris tersebut juga telah mengenal Hudson ketika keduanya berkarier di sepak bola Amerika Utara, saat Hudson menjadi asisten pelatih Amerika Serikat dan Herdman menangani Kanada.

"Jadi, sebanyak apa pun yang saya ketahui tentang Thailand, termasuk apakah mereka bermain dengan formasi diamond dan mengubahnya menjadi lima bek, atau berpindah dari lima bek ke formasi 4-2-1-3 atau 4-3-3, yang pernah kami lihat dilakukan Anthony Hudson, dia sangat fleksibel dan adaptif. Dia pelatih top. Saya mengenalnya dari Amerika Utara. Dia sangat bagus dalam pekerjaannya," ucap Herdman.

Fleksibilitas Thailand membuat Indonesia harus bersiap menghadapi perubahan pola permainan selama pertandingan berlangsung.

Mentalitas Jadi Kunci Indonesia di Final

Herdman menilai mentalitas dan kemampuan memanfaatkan momentum akan menjadi faktor penting bagi Indonesia untuk mengalahkan Thailand.

"Pada akhirnya, yang terpenting adalah semangat yang kami tunjukkan ketika memasuki pertandingan dan mentalitas kami, seperti yang Kevin sampaikan. Jika kami membawa mentalitas yang tepat, fokus pada diri sendiri, dan mampu memanfaatkan momen-momen yang kami dapatkan, kami akan memiliki peluang yang bagus," tutup dia.

Kemenangan di SUGBK tidak hanya akan membawa Indonesia meraih trofi FIFA ASEAN Cup 2026, tetapi juga menjadi kesempatan mengakhiri catatan panjang hasil kurang maksimal skuad Garuda ketika menghadapi Thailand.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026